Radar Jember - Setelah bertahun-tahun terbengkalai dan menuai kritik publik, pemerintah daerah mulai mengambil langkah tegas terhadap nasib gedung poliklinik empat lantai di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan fasilitas publik tersebut terus-terusan terbengkalai.
"Memang hari ini dengan antusias warga yang banyak ada antrian, tidak akan kami biarkan. Tahun ini kita akan meneruskan gedung empat lantai itu," katanya, saat Pro Guse Update di RSD dr. Soebandi, (23/4).
Demi memastikan kualitas layanan kesehatan tetap prima, ia bahkan menargetkan bakal menambahkan gedung baru.
"Kita akan selesaikan dan tahun depan lagi kita akan bangun lagi, Insyaallah di Soebandi ini," imbuh dia.
Gus Fawait, sapaan dia, menilai penyelesaian gedung ini selaras dengan upaya peningkatan kapasitas rumah sakit, termasuk rencana pembukaan poli sore hari untuk memecah kepadatan antrean pasien.
"Harapan saya, mudah-mudahan antrean di Rumah Sakit Soebandi bisa lebih terurai," imbuh dia.
Berdasarkan arsip pemberitaan Jawa Pos Radar Jember, riwayat proyek gedung poliklinik empat lantai itu cukup panjang dan problematik.
Proyek ini dirancang tahun 2017 bersumber dari DAK senilai Rp26,7 miliar. Namun, gagal terserap pada tahun 2018.
Proyek berlanjut menggunakan APBD Jember 2019 dengan pagu Rp16 miliar, dan sempat terealisasi Rp11 miliar.
Namun sejak peletakan batu pertama oleh bupati kala itu, 2019, pembangunan hanya menyisakan struktur fondasi dan kerangka.
Lalu masuk tahun 2020 dengan adanya badai Covid-19, menjadi pelengkap nasib gedung ini benar-benar bak bangunan tak bertuan hingga pertengahan 2026 ini. (mau/bud)