Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan dampak ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat. Ia bahkan berencana menerbitkan surat edaran wajib penyerapan produk lokal.
Langkah ini diambil sebagai respons atas besarnya potensi perputaran ekonomi yang dihasilkan oleh program MBG. Ia memprediksi, jika seluruh satu Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) di Jember beroperasi optimal, akan ada sekitar Rp4 triliun dana APBN yang berputar di daerah setiap tahunnya.
"Kami akan membuat surat edaran ke depan, kalau diizinkan, bahwa SPPG program MBG di Jember bisa menggunakan produk-produk yang ada di Jember. Supaya perekonomian Jember bisa hidup," katanya, memberi paparan saat peresmian salah satu SPPG di Kecamatan Jombang, Jember yang saat itu juga dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (16/4).
Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar wacana. Ia ingin memastikan program MBG tidak hanya sekadar memberikan manfaat gizi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi para petani dan pelaku usaha di Jember.
Ia mencontohkan dampak nyata yang sudah terlihat, seperti kenaikan harga jeruk lokal di Jember. "Semenjak ada MBG, sekarang sekilo minimal harganya Rp10 ribu. Maka, hari ini berlomba-lomba tanam jeruk lagi," tambah Fawait.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, menjamin bahwa Pemkab Jember melalui satgas yang telah ia bentuk, terus memastikan seluruh dapur gizi berjalan sesuai standar.
Dengan menyinergikan standar gizi nasional dengan optimalisasi produk lokal ini, ia optimis MBG dapat membantu meminimalisir dampak kemiskinan."Mudah-mudahan dengan adanya program MBG ini mudah-mudahan bisa meminimalisir dampak dari kemiskinan yang ada di Kabupaten Jember," harapnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh