Radar Jember - Kebahagiaan tak terkira terpancar dari wajah Nenek Selami, warga Dusun Krajan, Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.
Selama dua dekade, ia harus bertahan di rumah berdinding bambu dengan lantai tanah yang selalu basah saat hujan tiba. Namun, Rabu (15/4) sore, pemandangan itu telah berganti.
Bupati Jember Muhammad Fawait datang langsung meninjau rumah Nenek Selami untuk memastikan kualitas pembangunan program yang kecipratan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2025 itu yang kini telah bertransformasi menjadi rumah sehat dan layak.
Sulistiawati, anak dari Nenek Selami, tak kuasa menahan syukur saat mendampingi ibunya menemui Bupati.
"Dulu lantainya masih tanah, dindingnya kayu bambu, sudah sekitar 20 tahunan. Kalau hujan ya kebocoran," kenang Sulistiawati. "Sekarang sudah bagus, lebih nyaman. Alhamdulilah," imbuhnya.
Dalam kunjungannga, Bupati Fawait tidak hanya meninjau bangunan, ia membawa bantuan tambahan berupa peralatan dapur, sembako, kasur, hingga pakaian untuk Nenek Selami dan warga sekitar.
Menurutnya, hunian layak adalah fondasi utama bagi kesehatan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga: Gus Fawait Siapkan BUMD Pangan! Amankan Perputaran Uang Rp 4 Triliun dari Program MBG di Jember
Ia juga menyebut, kesuksesan program tahun 2025 yang mencapai 200 lebih penerima, akan dilipatgandakan pada tahun berjalan.
Bupati Fawait juga menyempatkan diri berdialog dengan warga sekitar untuk memastikan pengerjaan proyek swakelola ini benar-benar sesuai standar.
"Semua masyarakat Alhamdulillah menyampaikan sesuai harapan, bangunannya bagus," pungkas Gus Fawait, sapaan akrabnya. (mau/bud)
Cek Video: https://www.youtube.com/watch?v=utfqyfbcWgM
Editor : Imron Hidayatullahh