Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Cuma Alam, Gus Fawait Ungkap Alasan Jember Harus Miliki Medical Tourism

Maulana RJ • Rabu, 15 April 2026 | 20:27 WIB
Bupati Jember Gus Fawait, jalan kaki dari pendapa untuk mengecek langsung pengerjaan salah satu proyek ambisiusnya, di ruas Jalan RA. Kartini, kawasan Jember kota. (Foto: Maulana/JPRJ)
Bupati Jember Gus Fawait, jalan kaki dari pendapa untuk mengecek langsung pengerjaan salah satu proyek ambisiusnya, di ruas Jalan RA. Kartini, kawasan Jember kota. (Foto: Maulana/JPRJ)

Radar Jember - Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait terus melakukan terobosan besar di sektor kesehatan.

Tak sekadar memberikan layanan dasar, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini memproyeksikan Jember sebagai pusat wisata medis (medical tourism) masa depan di Jawa Timur.

Visi tersebut ditegaskan Gus Fawait saat menghadiri acara Halalbihalal bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga: Gebrakan Berani Gus Fawait: Siapa pun Nakesnya, jika Kinerja Bagus Bisa Jadi Kepala Puskesmas! Simak Aturan Barunya

Ia menyatakan bahwa Jember memiliki potensi besar untuk meniru kesuksesan Penang, Malaysia, dalam mengintegrasikan layanan medis dengan sektor pariwisata.

Terlebih, pondasi layanan kesehatan Jember kini semakin kokoh dengan adanya program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan sejak April 2025, yang memungkinkan warga berobat gratis hanya dengan KTP.

Selain itu, komitmen ini diperkuat dengan penerjunan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) ke desa-desa untuk menekan angka kematian ibu (AKI), bayi (AKB), dan stunting.

Puncaknya, pada Mei mendatang, Pemkab Jember akan meluncurkan program Homecare.

Program ini merupakan layanan kesehatan door-to-door atau jemput bola yang dirancang khusus bagi warga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas yang memiliki hambatan akses fisik atau biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Gebrakan Transparansi! Gus Fawait Siap Dikuliti Pakar dan Warga Jember Lewat Live Streaming 'Gus Bupati Menjawab'

Dalam program Homecare ini, tenaga medis profesional mulai dari perawat hingga dokter akan mendatangi rumah pasien menggunakan unit kendaraan khusus.

"Program ini memberikan kenyamanan dan kepastian pengobatan bagi warga yang tidak bisa datang ke puskesmas atau rumah sakit," kata Gus Fawait.

Ambisi menjadi destinasi wisata medis didukung oleh infrastruktur kesehatan yang masif. Saat ini, Jember memiliki fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai sektor.

Diantaranya ada terdapat 50 unit Puskesmas yang menjadi garda terdepan layanan di tingkat kecamatan. Lalu tiga Rumah Sakit Daerah (RSD) milik Pemkab Jember dengan RSD dr. Soebandi sebagai mercusuarnya. Rumah sakit ini merupakan rujukan regional Jawa Timur bagian timur (wilayah Tapal Kuda) yang didukung oleh puluhan dokter spesialis dan dokter sub-spesialis.

Baca Juga: Seskab Teddy Pamer Aset Hutan Rp370 Triliun Kembali ke Negara, Mafia Hutan Lolos?

Selain fasilitas pemerintah, Jember juga didukung oleh berbagai rumah sakit swasta (seperti RS Jember Klinik, RS Bina Sehat, RS Siloam), beberapa lainnya, dan rumah sakit milik BUMN (RS PTPN), serta puluhan klinik yang memperkuat ekosistem kesehatan daerah.

Dengan sinergi antara nakes profesional, fasilitas yang lengkap, dan program inovatif seperti Homecare, Gus Fawait optimistis kesehatan bukan lagi sekadar layanan dasar, melainkan mesin penggerak ekonomi baru melalui sektor wisata kesehatan di Kabupaten Jember.

Editor : Maulana RJ
#homecare #Jember #medical tourism #uhc #Gus Fawait