Radar Jember - Pemerintah daerah memastikan bakal menindaklanjuti ragam aspirasi yang terhimpun dalam dokumen rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2025 dari DPRD ke bupati.
Dokumen ini bukan sekadar catatan di atas kertas, tapi berisi ragan masukan dan catatan kritis yang dihimpun legislatif melalui rapat dengar pendapat marathon bersama belasan stakeholder selama sepekan terakhir.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif hujan masukan yang mengarah kepadanya itu. Ia menilai, draf rekomendasi yang disusun oleh Pansus DPRD merupakan potret riil kebutuhan masyarakat yang akan menjadi kompas bagi kebijakan eksekutif di masa depan.
"Rekomendasinya sangat bagus dan itu sangat membangun bagi eksekutif untuk membuat kebijakan yang lebih baik lagi," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Jember, belum lama ini (10/4).
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah tata kelola pasar tradisional yang dinilai belum ideal. Gus Fawait mengaku tengah berencana merevitalisasi pasar, termasuk Pasar Tanjung, dan lima pasar lainnya dengan mengejar sokongan dari APBN.
Tidak hanya urusan pasar, soal efisiensi anggaran, Work From Home (WFH) ASN, hingga target pertumbuhan ekonomi daerah, juga disinggung.
Gus Fawait menyatakan, poin-poin rekomendasi DPRD ini mampu terus mendorong performa ekonomi Jember yang saat ini diklaim terbaik se-Tapal Kuda, sehingga terus tumbuh melesat di tahun berikutnya.
"Insyaallah ini (rekomendasi LKPJ) akan menjadi catatan yang akan kami jadikan pedoman untuk pembangunan di Jember tahun-tahun berikutnya," pungkas dia. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh