Radar Jember - Wajah pelayanan publik di Jember terus bergeser drastis: dari meja-meja perkotaan menuju jalanan di pelosok desa.
Hal ini terurai melalui salah satu program andalan yakni Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Mumbulsari, Senin-Selasa (6-7/04) kemarin.
Selama dua hari satu malam, Bupati Jember Muhammad Fawait memboyong seluruh jajaran pimpinan OPD hingga Camat untuk berkantor di tengah masyarakat akar rumput.
Baca Juga: Berikan Jaminan Keamanan Kerja, Gus Fawait: Saya Pastikan Tidak Ada Pemberhentian PPPK
"Masyarakat Jember di desa punya hak yang sama untuk menikmati pelayanan," katanya, sesaat sebelum berangkat rombongan ke lokasi Bunga Desaku Mumbulsari.
Ia mengemukakan, esensi dari Bunga Desaku bukanlah sekadar blusukan atau inspeksi mendadak (sidak).
Ia mendefinisikan program ini sebagai upaya memindahkan seluruh instrumen pelayanan publik yang biasanya terpusat di kota langsung ke hadapan warga desa.
"Kami pindahkan layanan KTP, pasar murah, hingga layanan kesehatan ke Mumbulsari agar rakyat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk hak dasar mereka," katanya.
Selama di lokasi, ia melakukan live maraton untuk memastikan transparansi kegiatan.
Fokusnya cukup banyak, mulai serap aspirasi, sosialisasi program, tinjau infrastruktur dan puskesmas guna menjamin standar pelayanan prima bagi warga pinggiran, hingga pemerataan ekonomi dengan memecah pusat keramaian kota ke level kecamatan hingga desa.
Ia menghendaki, warga desa mendapatkan kemudahan pelayanan seperti halnya warga di kota, yang dekat dengan kantor-kantor atau institusi pemerintahan.
"Rakyat juga harus diperlakukan yang baik, jangan elitnya saja, karena mereka punya hak yang sama. Jadi itulah dari program Bunga Desaku ini," pungkas Gus Fawait, sapaan akrabnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh