Radar Jember - Di sela agenda Bunga Desaku hari kedua, Selasa (7/4), Bupati Jember Muhammad Fawait membawa pesan tajam mengenai fasilitas dan kualitas pelayanan di Puskesmas.
Hal itu ia kemukakan saat melakukan inspeksi ke Puskesmas Mumbulsari, Jember. Dalam sidak itu, Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengkritik wajah puskesmas yang seringkali kontras.
Ia menegaskan di era pemerintahannya, kemewahan kantor tidak boleh mengalahkan ruang pelayanan publik.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Komitmen dengan Tegas: Nasib PPPK Jember Aman Sampai 2027
“Di era kami, saya tidak mau ruang kepala puskesmas lebih bagus daripada ruang pasien. Ruang rawat jalan maupun rawat inap harus menjadi wajah utama.
Pasien harus mendapatkan fasilitas yang paling layak dan nyaman,” pintanya, di hadapan jajaran nakes Puskesmas Mumbulsari.
Selain fisik bangunan, ia menyoroti perilaku birokrasi kesehatan yang masih terstigma ruwet, berbelit-belit hingga lamban.
"Citra itu harus segera diubah, tidak boleh lagi ada anggapan pelayanan puskesmas itu tidak ramah," serunya.
Baca Juga: Amanah Oplah 8.000 Hektar, Gus Fawait Ajak Masyarakat Jember Awasi Distribusi Anggaran
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kasus angka kematian ibu dan bayi di Jember hari ini tengah menjadi pekerjaan serius pemerintah daerah. Ia meminta para nakes lebih peka mendeteksi risiko tinggi sejak dini.
Terlebih, pemerintah daerah telah mengucurkan anggaran fantastis demi memberikan jaminan warga Jember berobat gratis tanpa terkendala biaya, melalui UHC.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), UHC membuat pendapatan Puskesmas melonjak dan dirasa efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan wajah Puskesmas.
"Kalau ada risiko tinggi, segera rujuk, jangan nunggu sampai kritis. Saya sudah koordinasi dengan para direktur rumah sakit agar rujukan dari puskesmas langsung ditangani secara optimal. Kita ingin angka kematian ibu dan bayi benar-benar ditekan," pungkasnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh