Radar Jember - Empat sektor kunci menjadi arah pembangunan Jember pada 2025. Fokus ini diharapkan mampu menjawab persoalan mendasar, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga kesejahteraan masyarakat.
Dari pendidikan hingga pengentasan kemiskinan, semuanya dirancang saling terhubung dan berkelanjutan.
Pemkab Jember menetapkan pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Langkah Tegas Bupati Bondowoso Sikapi Wacana Efisiensi ASN: Siap Batasi Penggunaan Mobil Dinas
Keempat sektor ini dipilih karena dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan daerah. Dengan pendekatan ini, pembangunan diharapkan tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jember, Erwin Prasetyo, menjelaskan, arah kebijakan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan fisik, tetapi harus ditopang kualitas manusia yang mumpuni.
“Arah kebijakan ini kami susun untuk menciptakan SDM yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan ke depan. Karena pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kualitas manusianya,” ujarnya, Senin (6/4).
Baca Juga: Wacana Jadwal WFH ASN, Ketua DPRD Bondowoso: Jangan Jadi Libur Panjang
Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan pemerataan akses sekaligus peningkatan mutu layanan. Seluruh masyarakat diharapkan memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkecuali, baik dari sisi kualitas maupun keterjangkauan.
Upaya ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah.
“Ketika kualitas pendidikan meningkat, maka peluang masyarakat untuk keluar dari kemiskinan juga semakin besar, sehingga ini menjadi salah satu kunci utama dalam pembangunan,” jelas Erwin.
Pada sektor kesehatan, perhatian diarahkan pada penurunan stunting, peningkatan cakupan Universal Health Coverage (UHC), serta menekan angka kematian dan kesakitan.
Pemerintah juga menitikberatkan pada perbaikan gizi masyarakat sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup.
Dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih produktif dan mampu berkontribusi dalam pembangunan. Hal ini sekaligus menjadi pondasi dalam menciptakan SDM yang unggul.
Sektor pariwisata juga terus didorong melalui optimalisasi potensi alam yang dimiliki Jember. Pengembangan ini diperkuat dengan ekonomi kreatif sebagai sektor pendukung yang mampu meningkatkan daya tarik sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Di sisi lain, pengentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas lintas sektor yang dijalankan secara terpadu.
“Melalui sinergi antarperangkat daerah, kami optimistis program-program ini bisa berjalan efektif dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh