Radar Jember - Pemkab Jember sepanjang tahun 2025 mencatat perolehan pendapatan daerah cukup impresif.
Menariknya, di tengah kebijakan efisiensi besar-besaran tahun itu, pemerintah daerah justru dianggap mampu menjaga ruang fiskal dengan perolehan pendapatan tanpa harus menaikkan pajak.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengemukakan strategi berani dan berbeda dengan tren kenaikan pajak di sejumlah daerah lain.
Ia mencontohkan kesuksesan penurunan tiket masuk Papuma dan Watu Ulo, yang justru memicu lonjakan pengunjung berkali-kali lipat.
Strategi ini juga mengadopsi keberhasilan program pemutihan pajak kendaraan bermotor di era Gubernur Jatim Soekarwo dan Khofifah.
Baca Juga: Stabilitas Harga Diawasi, Polres Jember Pastikan Tak Ada Permainan
"Yakinlah, menurunkan pajak bukan berarti mengurangi pendapatan. Justru dengan beban yang ringan, perputaran ekonominya semakin kencang," katanya, saat kesempatan rapat paripurna LKPJ 2025 di Gedung DPRD Jember (31/03).
Adapun realisasi APBD Jember 2025 (Unaudited), data per 31 Desember 2025, sebagai berikut, yang ia sampaikan saat paripurna LKPJ saat itu rinciannya sebagai berikut.
Pos Pendapatan Daerah tercatat sebesar Rp 4,33 Triliun, terealisasi 98,27 persen dari target. Rinciannya, realisasi PAD Rp 1,05 Triliun (91,73 persen); Dana Perimbangan Rp 3,27 Triliun (100,59 persen).
Baca Juga: Perluas Pemberdayaan Pekerja Rentan, Driver Ojol Perempuan di Jember Didorong Punya Income Sampingan
Pos Belanja Daerah, dari alokasi Rp 4,37 Triliun, terealisasi Rp 4,24 Triliun (85,51 persen).
Rinciannya: Belanja Operasi Rp 3,39 Triliun (86,19 persen); Belanja Modal Rp 317,40 Miliar (68,93 persen); Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 1,63 Miliar (8,18 persen); dan Belanja Transfer Rp 528,11 Miliar. Sementara Pembiayaan Daerah, realisasi 100 persen dari rencana Rp 561,19 Miliar.
"Pendapatan kita di tahun 2025 naik sebesar 32 persen sekian, ini kabar luar biasa, angka ini tren sangat baik dan sesuai dengan target kita. Perlu diingat, filosofi berbangsa dan bernegara adalah kesejahteraan, ditandai dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran," katanya.
Dengan catatan itu, Gus Fawait meyakinkan DPRD dan masyarakat bahwa Jember saat ini terus on the track, menciptakan lompatan besar bagi kesejahteraan kota berpenduduk 2,6 juta jiwa lebih ini.
"Semua masih on the track. Kita tidak hanya melihat pertumbuhan, tapi juga pendapatan. Sama seperti negara maju, indikator utama bukan cuma pertumbuhan ekonomi, tapi pendapatan masyarakatnya," tambah dia. (mau)
Editor : Imron Hidayatullahh