Radar Jember - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Jember sepanjang tahun 2025 perlahan mulai menunjukkan penurunan.
Meski tipis, capaian ini menjadi tren baru sebagai bagian dari upaya membangun iklim ketenagakerjaan yang inklusif.
Saat rapat paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2025 di DPRD Jember (1/4), Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkap bahwa TPT Jember bisa ditekan hingga menyentuh angka 3,07 persen, turun sekitar 1,55 persen dibandingkan tahun 2024.
Ia menegaskan, secara absolut, terdapat 767 warga Jember yang kini telah terserap ke dalam pasar kerja.
Hal ini membuktikan bahwa mesin ekonomi Jember tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga mampu menciptakan ruang bagi angkatan kerja baru atau inklusivitas pasar kerja.
"Penurunan pengangguran terjadi di semua lini, dengan angka yang paling mencolok pada kelompok perempuan yang turun sebesar 0,37 persen. Ini mengindikasikan kesempatan kerja di Jember terbuka lebar bagi kaum perempuan," katanya.
Lebih jauh, geliat ekonomi ini juga terlihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang tumbuh 2,02 persen.
Baca Juga: Kasus Investasi DSI: Pasangan Artis Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Penuhi Panggilan Penyidik
Lonjakan ini dipicu oleh berbagai intervensi kebijakan strategis, mulai dari penguatan UMKM, perbaikan iklim investasi, hingga program pelatihan kompetensi tenaga kerja.
Selain itu, kata Gus Fawait, juga diikuti dengan membaiknya sektor-sektor kunci seperti pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan yang menyedot ribuan tenaga kerja.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa perekonomian daerah secara umum mampu menyerap tambahan angkatan kerja yang masuk ke pasar kerja," imbuh Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh