SUMBERSARI, Radar Jember - Menutup lembaran tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Jember menorehkan catatan cukup positif dalam pembangunan daerah.
Melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Bupati dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (31/3/2026), terungkap bahwa Jember tidak hanya sekadar bertumbuh, tapi sukses melampaui ekspektasi di berbagai sektor krusial.
Pilar ekonomi menjadi capaian yang paling mencolok.
Jember mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen, yang sekaligus menjadi angka tertinggi dalam lima tahun terakhir hingga melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Timur maupun nasional.
Baca Juga: Dukung Penuh Efisiensi Energi Nasional, Pemkab Jember Siapkan Skema Hemat BBM
Catatan positif itu semakin dipertegas dengan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 135 persen hingga menyentuh Rp 1,058 Triliun. Capaian PAD itu dinilai sebagai sebuah prestasi yang diraih secara organik tanpa menaikkan beban pajak bagi rakyat.
Dalam kesempatan menyampaikan nota pengantar LKPJ 2025, di Gedung DPRD Jember, Selasa (31/3/2026), Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka statistik, tapi buah dari sinergi kolektif.
Ia mengemukakan bahwa selama ini, berjalannya roda pemerintahan tidak berjalan sendiri. Namun juga mendapatkan dukungan penuh dari legislatif maupun masyarakat luas.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Ini menjadi fondasi kuat untuk membawa Jember naik ke level berikutnya,” kata Gus Fawait, sapaan akrab dia.
Baca Juga: Daftar Lengkap Batas Pembelian BBM per 1 April: Mobil Pribadi Maksimal 50 Liter!
Di sektor kesejahteraan sosial, angka kemiskinan mampu ditekan hingga 8,67 persen, sekaligus menjadi titik terendah dalam satu dekade terakhir.
Capaian itu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini berada di angka 71,57.
Program-program revolusioner seperti Beasiswa Cinta Bergema yang menjangkau 7.037 mahasiswa, serta pemberian insentif bagi 21.399 guru ngaji se-Jember, turut memperkuat sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Infrastruktur pun mengalami lompatan besar. Selain mantapnya ribuan kilometer jalan, Jember kini lebih terkoneksi dengan dunia luar melalui reaktivasi rute penerbangan langsung ke Jakarta dan Bali.
Di pelosok desa, Dusun Bandealit akhirnya menikmati aliran listrik, simbol meratanya pembangunan hingga ke titik terjauh.
Sinergi dengan pemerintah pusat turut mempercepat revitalisasi 124 gedung sekolah melalui dana APBN, yang diakui sebagai salah satu langkah koordinasi terbaik. “Ini yang terbesar se Indonesia”, tambah Gus Fawait.
Di penghujung laporannya, semangat optimisme terus digaungkan untuk menatap masa depan Jember yang lebih cerah. “Kami menyadari masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan fondasi yang telah dibangun, kami optimis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing,” pungkas mantan anggota DPRD Jawa Timur itu. (mau)
Editor : Maulana RJ