Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dukung Penuh Efisiensi Energi Nasional, Pemkab Jember Siapkan Skema Hemat BBM

Maulana RJ • Rabu, 1 April 2026 | 23:36 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait, didampingi Pj. Sekda Akhmad Helmi Lukman, saat ditemui di sela-sela rapat paripurna LKPJ Bupati Tahun 2025, di Gedung DPRD Jember, Selasa (31/3/2026). (Maulana/Radar Jember)
Bupati Jember Muhammad Fawait, didampingi Pj. Sekda Akhmad Helmi Lukman, saat ditemui di sela-sela rapat paripurna LKPJ Bupati Tahun 2025, di Gedung DPRD Jember, Selasa (31/3/2026). (Maulana/Radar Jember)

 

SUMBERSARI, Radar Jember - Di tengah eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dunia kini dibayangi krisis energi akut. 

Jalur perdagangan minyak dunia yang terganggu, memicu lonjakan harga di berbagai negara. Termasuk di Indonesia.

Namun, Pemerintah Indonesia baru-baru ini telah menyatakan mengambil langkah berani dengan memutuskan tidak menaikkan harga BBM per 1 April 2026.

Baca Juga: Jember Cetak Rekor Ekonomi 2025: Pertumbuhan Tertinggi 5 Tahun, Kemiskinan Terendah dalam Sedekade Terakhir

​Keputusan strategis pemerintah pusat ini mendapat apresiasi luar biasa dari Bupati Jember Muhammad Fawait, atau yang akrab disapa Gus Fawait. 

Menurutnya, kebijakan ini adalah penyelamat terhadap stabilitas ekonomi daerah di saat negara-negara tetangga di Asia Tenggara mulai limbung akibat guncangan harga energi dunia.

​"Ini kabar luar biasa bagi warga Jember. Di saat tensi geopolitik global memanas dan harga minyak dunia tak menentu, pemerintah tetap konsisten menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM," katanya, saat ditemui di sela-sela rapat paripurna LKPJ Bupati Tahun 2025, di Gedung DPRD Jember, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Daftar Lengkap Batas Pembelian BBM per 1 April: Mobil Pribadi Maksimal 50 Liter!

​Gus Fawait memastikan bahwa stok BBM di Jember dalam posisi aman dan mencukupi, menepis segala isu kelangkaan yang sempat meresahkan warga. 

Meski demikian, ia memberikan peringatan keras agar masyarakat tidak terlena.

Mengingat ancaman krisis energi nasional tetap nyata akibat gangguan distribusi global, ia mengimbau warga Jember untuk lebih bijak dan hemat dalam mengonsumsi energi, terutama BBM bersubsidi.

​Sebagai langkah antisipatif yang konkret, Pemkab Jember menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau pembelajaran daring jika sewaktu-waktu instruksi efisiensi energi nasional diberlakukan oleh pusat. 

Baca Juga: Alasan Pemerintah Tetap Tahan Harga BBM di Dalam Negeri, Cegah Kepanikan Massal atau Pasrah?

Hal ini dipandang perlu untuk menjaga ketahanan energi nasional tetap kokoh di tengah badai konflik Timur Tengah.

Editor : Maulana RJ
#krisis bbm #bbm bersubsidi #harga minyak dunia #Gus Fawait