Radar Jember - Keberadaan tabung gas elpiji 3 kilogram masih menjadi incaran favorit masyarakat demi memastikan dapur mereka tetap mengepul.
Namun, tingginya tingkat konsumsi masyarakat, khususnya selama menjelang Ramadan hingga Idulfitri kemarin, membuat tabung gas melon ini sering tiba-tiba lenyap di pangkalan atau pengecer. Kendati ada, harganya tak wajar.
Fenomena ini sempat menjadi atensi Bupati Jember Muhammad Fawait. Dalam beberapa kesempatan, ia mengaku kerap mendapat keluhan terkait pasokan elpiji ini.
Ia menyatakan telah melakukan berkoordinasi dengan Pertamina terkait pasokan di Jember ini.
"Saya pastikan stoknya aman, tidak ada pengurangan, dan kita sudah ada komitmen dengan Patra Niaga bahwa Jember ditambah stoknya," katanya, saat ditemui di kediamannya, di Ponpes Nurul Chotib Al Qodiri 4, Desa Wringinagung, Jombang, Jember, (21/3).
Gus Fawait, sapaan dia, menyebut adanya perputaran uang yang sangat kencang selama masa lebaran memicu konsumsi yang meningkat drastis, melampaui hari biasa. Mengenai keluhan kelangkaan di lapangan, ia mengaku tidak tutup mata.
Ia bahkan mengaku sempat menemukan fakta bahwa harga di tingkat agen dan pangkalan resmi sebenarnya stabil.
Namun adanya lonjakan harga yang mencekik, dinilainya lantaran ulah spekulan di level pengecer yang ditengarai memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
"Memang ada spekulan di level pengecer. Ini mirip seperti BBM, di SPBU tidak ada kenaikan tapi ada spekulan-spekulan yang itu mungkin lebih kepada pengecer," katanya.
Gus Fawait mendorong warga untuk berani melapor jika menemukan oknum penjual yang mematok harga di luar batas wajar.
"Saya berharap kerja sama dari seluruh masyarakat untuk juga melaporkan kepada kami ketika ada masyarakat atau pengecer yang menjual dengan harga yang sudah tidak masuk akal," tegasnya.
Ia juga m memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan pemantauan. Jika kondisi distribusi belum menunjukkan perubahan signifikan, ia berjanji akan langsung menghubungi petinggi otoritas migas untuk tambahan kuota darurat.
"Kami akan terus pantau, dan berkomunikasi dengan Direktur Patra Niaga untuk menambah kembali mungkin stok yang ada di Jember," pungkasnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh