Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ambisi Pemkab Jember Pecahkan Rekor Penurunan Kemiskinan 10 Tahun Jadi di Bawah 200 Ribu

Maulana RJ • Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:10 WIB
Gus Fawait memberi paparan saat giat Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan periode Februari-Maret 2026, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (26/03/2026) petang. (Maulana/JPRJ)
Gus Fawait memberi paparan saat giat Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan periode Februari-Maret 2026, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (26/03/2026) petang. (Maulana/JPRJ)

 

PATRANG, Radar Jember - Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan target ambisius dalam menekan angka kemiskinan hingga menyentuh angka psikologis terendah dalam satu dekade terakhir. 

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan setiap bantuan sosial berkontribusi langsung pada penurunan beban pengeluaran warga prasejahtera.

Baca Juga: Gus Fawait Usung Konsep 'Perkawinan' Koperasi Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut upaya ini linear dengan data terbaru yang menunjukkan tren positif penurunan angka kemiskinan di wilayah Jember yang cukup signifikan. 

Ia cukup optimistis bahwa berbagai program stimulan yang dijalankan akan membawa perubahan besar bagi struktur ekonomi kerakyatan di desa-desa.

​"Kami menargetkan ke depan sesuai dengan janji politik saya bahwa nanti angka kemiskinan harus di bawah 200.000, itu angka psikologis bagi kami," tutur Bupati Fawait, ditemui seusai Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan periode Februari-Maret 2026, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (26/03/2026) petang.

Baca Juga: Mahasiswa Jember di Seluruh Indonesia Wajib Tahu! Ini Aturan Baru Beasiswa Pemkab

Gus Fawait, sapaan akrab dia, menegaskan bahwa angka di bawah 200.000 jiwa adalah tantangan besar karena selama sepuluh tahun terakhir Jember selalu berada di atas angka tersebut. 

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, angka kemiskinan di Kabupaten Jember per September 2025 tercatat turun ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir menjadi 216.076 jiwa atau sekitar 8,67 persen dari total populasi.

Angka ini turun 0,34 persen dibanding tahun sebelumnya (224.077 jiwa atau sekitar 9,01 persen), didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan program pemberdayaan. 

Pemerintah daerah yang menargetkan angka kemiskinan absolut turun di bawah 200.000 jiwa, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah hari ini.

Gus Fawait meyakini, dengan sinergi program yang tepat sasaran, target tersebut bukan sekadar mimpi namun pencapaian yang bisa diraih.

​Selain bantuan pangan, intervensi melalui lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM juga terus dipacu untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. 

Evaluasi periodik dilakukan terhadap setiap program agar dampak yang dihasilkan benar-benar terasa oleh masyarakat di lapisan terbawah.

​"Sepuluh tahun terakhir ini angka kemiskinan kita tidak pernah ada di bawah angka psikologis 200.000. Dan kami akan berikhtiar, kami akan mengejar bagaimana kemiskinan di Jember harus semakin turun," katanya.

Baca Juga: Respons Gejolak Minyak Dunia: Gus Fawait Ajak Kepala OPD Semobil Bareng demi Efisiensi Anggaran

​Pencapaian ini nantinya akan menjadi indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan dalam mengelola anggaran yang pro-rakyat. 

Keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dianggap sebagai prestasi yang setara dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah melampaui target. ​Komitmen ini tentu memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan kepatuhan administrasi dari tingkat desa hingga kabupaten. 

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri Gus Fawait Singgung Rekonsiliasi Sosial dan Ketaqwaan yang Berdampak - Radar Jember

Dengan data yang akurat, intervensi pemerintah akan menjadi peluru tajam yang langsung mengenai sasaran masalah kemiskinan di Jember.

"Sama seperti pendapatan yang waktu kemarin kita tahun 2025 tembus 1 triliun, angka 1 triliun itu angka psikologis buat saya. Sama kayak kemiskinan, harus di bawah 200.000. Makin kecil, makin bagus, makin jauh dari 200.000 tersebut," harapnya. (mau)

Editor : Maulana RJ
#Badan Pusat Statistik (BPS) #Pemkab Jember #Jember #Kemiskinan Ekstrem #penurunan kemiskinan #Kemiskinan #kemiskinan jember #pad #bantuan pangan #angka kemiskinan #Gus Fawait