Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Fawait Resmikan Investasi Jepang 10 Juta USD di Silo: Fokus Serap 80 Persen Tenaga Kerja Lokal

Maulana RJ • Selasa, 24 Maret 2026 | 12:00 WIB
PERKUAT KOLABORASI: Gus Fawait saat kunjungan ke PT. Nankai, perusahaan pengelola kayu asal Jepang, di Kecamatan Silo, Jember, Sabtu (14/3). (MAULANA/RADAR JEMBER)
PERKUAT KOLABORASI: Gus Fawait saat kunjungan ke PT. Nankai, perusahaan pengelola kayu asal Jepang, di Kecamatan Silo, Jember, Sabtu (14/3). (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Pemkab Jember terus memperkuat daya tarik investasi daerah melalui skema Penanaman Modal Asing (PMA) untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

Hal itu dikemukakan langsung Bupati Jember Muhammad Fawait, di sela-sela kunjungan kerja ke PT Nankai, sebuah perusahaan asing asal Jepang yang bergerak di bidang pengelolaan kayu, di Kecamatan Silo, Jember, Sabtu (14/03) petang.

"Ya, alhamdulillah hari ini di momentum Ramadan, kita berkunjung di salah satu tempat usaha yang PMA dari Jepang. Tadi kami tanya berapa total investasinya, kurang lebih 10 juta US Dollar," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, saat ditemui.

Baca Juga: Respon Gus Fawait Terkait Ledakan di Masjid Patrang Jember: Minta Warga Tetap Tenang dan Tidak Spekulasi Berlebih

Ia hadir langsung meresmikan operasional korporasi tersebut bersama jajaran Direksi PT Nankai, didampingi oleh Pj. Sekda serta jajaran asisten, dan kepala ODP, yang tiba dengan rombongan satu unit mobil Hiace sebagai bentuk efisiensi.

Ia menilai kehadiran PMA asal Jepang ini dengan nilai investasi yang fantastis, menjadi bukti bahwa iklim usaha di Jember semakin kondusif bagi investor. Ia memastikan setiap investasi berdampak terhadap sosial-ekonomi warga, sekaligus instrumen paling efektif menekan kemiskinan melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

"Harapan kami memang, bagaimana usaha ini berdampak kepada masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Jember. Tadi disampaikan juga pekerjanya satu shift itu 250 orang, dan 80 persennya adalah warga sekitar," katanya.

Baca Juga: Begini Kata Kapolda Jatim Usai Tragedi Ledakan Masjid di Jember

Saat ini, Pemkab Jember terus mengebut penyelesaian revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kepastian hukum dan tata ruang menjadi kunci utama bagi para investor Jepang dan negara lainnya untuk menanamkan modal dalam jangka panjang di Jember.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan masuknya modal asing, Jember diproyeksikan akan tumbuh menjadi episentrum investasi baru yang membawa perubahan signifikan pada struktur ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Jember secara berkelanjutan.

"Kami akan berusaha bagaimana mengurai kemiskinan ini, salah satunya melalui investasi. Mudah-mudahan Jember nanti menjadi satu pusat investasi di ujung timur Pulau Jawa," pungkas Gus Fawait. (mau/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#pemka jember #penanaman modal asing #Bupati Jember #Gus Fawait