Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait berencana menggelar penganugerahan penghargaan atau awarding bagi dapur MBG berkinerja terbaik di akhir tahun.
Skema ini dirancang untuk menciptakan kompetisi sehat, seperti yang ia istilahkan dengan fastabiqul khoirot, di antara 140 lebih satuan pemenuhan gizi yang saat ini telah beroperasi di Jember.
"Kami nanti dari Pemkab dan Satgas akan memberikan reward atau semacam awarding kepada SPPG biar berkompetisi dalam kebaikan," katanya, saat memberikan arahan melalui zoom kepada para kepala Dapur MBG se-Jember, (2/03).
Ia menilai penghargaan ini tidak hanya sekadar apresiasi seremonial, tetapi juga akan menjadi dasar rekomendasi kuat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk keberlanjutan kontrak kerja sama.
Bagi SPPG yang mampu menjaga higienitas, ketepatan menu, dan transparansi laporan, kata dia, akan diposisikan sebagai mitra prioritas pemerintah.
Lebih jauh, Gus Fawait meyakinkan bahwa inovasi penghargaan ini diklaim mungkin menjadi yang pertama di Indonesia untuk kategori pengelolaan program makan bergizi di tingkat daerah.
Langkah ini diambil sebagai respons atas adanya beberapa titik dapur yang sempat lalai dan mendapatkan teguran keras dari otoritas pusat, hingga disuspend selama sepekan.
Gus Fawait berharap sistem reward ini, para pengelola dapur akan lebih proaktif dalam berinovasi memberikan menu terbaik bagi siswa.
Baca Juga: Buntut Kasus SPBU Teuku Umar Jember: Gus Fawait Perketat Rekomendasi BBM Subsidi di Dinas Pertanian
Kriteria penilaian akan mencakup banyak aspek, mulai dari kelengkapan perizinan hingga aktivitas edukasi di media sosial masing-masing dapur.
Ia ingin Jember menjadi percontohan nasional dalam hal pengelolaan MBG yang profesional dan kompetitif secara positif.
"Di akhir tahun nanti kita umumkan dan berikan apresiasi kepada SPPG berkinerja baik dan kita teruskan datanya ke BGN. Saya berharap SPPG-SPPG bekerja dengan baik dan menyukseskan hal ini demi nama baik Kabupaten Jember," harapnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh