Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Badai Inflasi Lebaran Paksa Pemkab Jember Pasang Badan, Gus Fawait: Lebih Baik Inflasi Terkendali daripada Deflasi Mati

Maulana RJ • Senin, 23 Maret 2026 | 00:05 WIB
Gus Fawait memberikan pernyataan terbuka, seusai memimpin sholat idul Fitri di kediamannya, Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri 4, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember, Sabtu (21/3/2026) pagi. (Maulana/Radar Jember)
Gus Fawait memberikan pernyataan terbuka, seusai memimpin sholat idul Fitri di kediamannya, Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri 4, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember, Sabtu (21/3/2026) pagi. (Maulana/Radar Jember)

 

JOMBANG, Radar Jember - Geliat ekonomi di Kabupaten Jember meroket tajam seiring dengan tingginya daya beli masyarakat di penghujung bulan suci Ramadhan.

Perputaran uang yang masif ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa di pasar.

Bupati Jember Muhammad Fawait, memandang fenomena ini perlu dilihat secara objektif dan terukur. 

Baca Juga: Tunduk Arahan Presiden, Bupati Jember Pilih Lebaran di Kampung Halaman Ketimbang Open House Mewah

Ia mengaku terus memantau ketat pergerakan arus modal dan konsumsi warga agar tetap berada dalam koridor target ekonomi makro daerah.

"Walaupun ada konsekuensi ketika perputaran keuangan di Jember ini makin meningkat, tentu akan menambah inflasi. Tapi kita ada target-target inflasi itu," katanya, saat ditemui seusai memimpin sholat idul Fitri di kediamannya, Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri 4, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri Gus Fawait Singgung Rekonsiliasi Sosial dan Ketaqwaan yang Berdampak - Radar Jember

Kepala daerah yang baru saja promosi Doktor Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga ini menjelaskan bahwa target inflasi di Jember dipatok pada angka yang moderat dengan toleransi fluktuasi sekitar satu persen. 

Ia menilai, selama kenaikan harga masih di bawah ambang batas tersebut, kondisi ekonomi Jember diyakininya masih sangat sehat dan terkendali.

Ia juga memberikan edukasi kepada publik bahwa inflasi tidak selalu bermakna negatif bagi sebuah daerah. 

Baca Juga: Bukan hanya Kroco, Polisi Didesak Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyelewengan BBM Subsidi di Jember

Sebaliknya, ia menyatakan deflasi yang berkelanjutan justru dianggap lebih berbahaya karena menandakan lesunya aktivitas ekonomi masyarakat.

"Biasanya ada target plus-minus satu persen. Jadi selama masih di bawah plusnya satu persen, saya pikir nanti nggak ada masalah. Kalaupun ada inflasi tapi masih di bawah pertumbuhan ekonomi, ya masih aman," jelasnya, merinci.

Ia menekankan bahwa prinsip utamanya adalah memastikan laju pertumbuhan ekonomi daerah harus selalu lebih tinggi dibandingkan laju inflasi itu sendiri. 

Baca Juga: Buntut Kasus SPBU Teuku Umar Jember: Gus Fawait Perketat Rekomendasi BBM Subsidi di Dinas Pertanian

Lebih jauh, Gus Fawait, sapaan dia, meyakini bahwa meski ada kenaikan harga, tingkat pendapatan dan kesejahteraan warga tetap mampu mengimbanginya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan intervensi demi memastikan roda ekonomi Jember terus bergerak dinamis di jalur yang tepat.

Termasuk salah satunya melalui koordinasi antarinstansi dalam memantau harga pasar demi terjaganya stabilitas ekonomi di masa libur panjang ini.

Baca Juga: Respons Instruksi Presiden Prabowo, Gus Fawait Ajak Kepala OPD Mulai Diet BBM di Jember

"Karena tidak selamanya inflasi itu jelek, justru deflasi juga tidak selamanya juga baik. Deflasi kalau yang berkelanjutan, dia akan menandakan tidak berkembangnya ekonomi di satu daerah," tambah Gus Fawait. (mau)

Editor : Maulana RJ
#inflasi saat lebaran #Jember #deflasi #lebaran idul fitri #daya beli #ramadhan #Perputaran Ekonomi #Perekonomian #laju inflasi #Gus Fawait