Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Khutbah Idul Fitri Gus Fawait Singgung Rekonsiliasi Sosial dan Ketaqwaan yang Berdampak - Radar Jember

Maulana RJ • Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:26 WIB
Gus Fawait saat memberi khutbah dan memimpin sholat idul fitri di kediamannya, di Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember, Sabtu (21/3/2026) pagi. (Maulana/Radar Jember)
Gus Fawait saat memberi khutbah dan memimpin sholat idul fitri di lingkungan pesantren asuhannya, Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember, Sabtu (21/3/2026) pagi. (Maulana/Radar Jember)

 

JOMBANG, Radar Jember - Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV, di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, pada Sabtu (21/3/2026) pagi. 

Bupati Jember Muhammad Fawait, hadir langsung menjadi khatib sekaligus mengimami salat Idulfitri di kediamannya tersebut.

Dalam khotbahnya, Gus Fawait -sapaan akrab dia- menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan kepada Sang Pencipta (hablum minallah) dan hubungan baik antar sesama manusia (hablum minannas). 

Baca Juga: Bukan Cuma Tumpangan, Mudik Gratis Pemkab Jember 2026 Manjakan Pemudik dengan Makanan dan Cek Kesehatan!

Ia menyebut bahwa ibadah puasa yang dijalani selama sebulan penuh kemarin, merupakan sarana penghapus dosa kepada Allah, namun urusan sosial kemasyarakatan memerlukan langkah nyata berupa saling memaafkan.

"Dosa kepada Allah diampuni dengan puasa Ramadan, sedangkan dosa kepada sesama makhluk-Nya tidak bisa terhapus hanya dengan puasa, kecuali dengan saling maaf-memaafkan," katanya, di hadapan jemaah masyarakat dan santri saat itu.

Gus Fawait mengapresiasi kearifan para ulama di Indonesia yang menginisiasi tradisi halalbihalal dan silaturahmi pasca-Ramadan. 

Baca Juga: Cerita Mahasiswa Jember Pulang dari Iran setelah Terjebak di Tengah Hujan Rudal Perang Lawan Israel-AS

Menurut dia, tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap individu kembali ke keadaan fitrah tanpa membawa beban konflik sosial.

"Para guru dan ulama kita membuat tradisi yang sangat baik, yaitu halalbihalal. Tujuannya agar setelah dosa kepada Allah diampuni melalui ibadah Ramadan, kita juga saling memaafkan melalui silaturahmi sehingga benar-benar kembali ke fitrah," katanya.

Lebih lanjut, bupati berusia 38 tahun itu juga mengingatkan agar Idulfitri tidak hanya dirayakan sebagai kemenangan sesaat. 

Ia menganalogikan Ramadan sebagai 'kawah candradimuka' yakni sebuah tempat penggemblengan untuk mencetak manusia yang lebih bermanfaat bagi lingkungannya.

Baca Juga: Gus Fawait Haramkan Mobdin Jember untuk Mudik: Ikuti Instruksi KPK dan Terapkan Sanksi bagi Pelanggar

Ia berharap output dari madrasah Ramadan adalah peningkatan kualitas takwa yang diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. 

"Manusia yang berhasil dalam Ramadan adalah manusia yang lebih bertakwa dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dalam konteks sosial maupun spiritual," pungkas Presiden Laskar Sholawat Nusantara itu. (mau)

Editor : Maulana RJ
#Idul Fitri #Rekonsiliasi #kawah candradimuka #khutbah Idul Fitri #Ramadan #Jember #khutbah #sholat idul fitri #Pemerintahan #mudik lebaran #Gus Fawait