KALIWATES, Radar Jember - Gema takbir yang khidmat mulai terasa getarannya, menandakan kemenangan segera tiba bagi seluruh masyarakat Jember di akhir Ramadhan 2026.
Bagi Bupati Muhammad Fawait, menjaga kekhidmatan malam takbiran adalah bagian dari menjaga marwah budaya dan agama.
Tradisi takbir keliling diperbolehkan asalkan tetap mengedepankan ketertiban dan tidak mengganggu kenyamanan publik.
Baca Juga: Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai: 522 Personel Gabungan Siaga Amankan Jalur Mudik Jember
Pemkab Jember mengajak warga untuk merayakan kemenangan dengan cara yang santun dan penuh syukur.
Penggunaan sound horeg yang sering menjadi polemik kini diberikan aturan yang lebih tegas namun tetap solutif.
Masyarakat diimbau untuk memusatkan kegiatan di titik-titik tertentu agar tidak mengganggu jalur transportasi utama.
Hal ini dilakukan agar esensi dari takbiran tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek keamanan lingkungan.
"Bagi saya orang pesantren, menjalankan tugas pengamanan ini adalah ibadah, karena menjaga ketenangan warga saat takbiran adalah amal jariah," kata Bupati Fawait, seusai memimpin apel Pasukan Operasi Ketupat 2026, di Halaman Pemkab Jember, Kamis (12/03/2026).
Pesan perdamaian dan toleransi juga menjadi poin penting dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Gus Fawait, sapaan dia, menekankan bahwa pengabdian petugas di lapangan mencakup perlindungan bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.
Menurutnya, Idul Fitri menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa di Jember.
Kearifan lokal Jember yang religius diharapkan dapat terlihat dari cara warga merayakan malam kemenangan. Tidak ada konvoi ugal-ugalan atau perayaan yang berlebihan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Gus Fawait menyatakan pemerintah hadir untuk memastikan bahwa tradisi turun-temurun ini tetap berjalan harmonis di tengah kemajuan zaman.
Ia mengingatkan bahwa keamanan adalah fondasi utama agar ibadah lebaran bisa berjalan dengan khusyuk.
Ia mengapresiasi masyarakat yang tetap patuh pada aturan lalu lintas dan keamanan selama rangkaian hari raya, yang membuktikan kematangan budaya warga Jember.
"Tadi saya mendapatkan cerita dari Pak Kapolres, pengamanan untuk menjelang lebaran mudik insya Allah sudah siap, pihak kepolisian dan semua elemen yang ada di Kabupaten Jember," tambah Gus Fawait.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, memberikan imbauan tegas namun persuasif terkait perayaan malam takbiran.
Ia mempersilahkan masyarakat merayakan hari kemenangan dengan takbir secara tertib, dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi yang berisiko memicu gangguan Kamtibmas.
"Takbir keliling pasti kita imbau masyarakat boleh merayakan dengan secara tertib. Kami tidak melarang masyarakat untuk merayakan takbir keliling namun dilakukan secara tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Untuk sound horeg, kita imbau untuk di titik-titik tertentu saja, tidak boleh berkeliling," pungkas perwira lulusan Akpol 2005 itu. (mau)
Editor : Maulana RJ