LEDOKOMBO, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait, terus memperkuat penetrasi sosialisasi program pemerintah hingga ke level akar rumput.
Dalam kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Ledokombo, Selasa (17/3/2026), Gus Fawait, sapaan akrab dia, menegaskan bahwa turun langsung ke masyarakat bukan sekadar seremoni, tapi sebagai langkah krusial untuk memastikan hak-hak publik tersampaikan secara utuh.
Langkah jemput bola ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran Pemkab Jember terhadap fenomena hambatan informasi.
Baca Juga: Jalur Gilimanuk - Ketapang Lumpuh! Belasan Ribu Pemudik Terjebak Macet Horor hingga 15 Kilometer
Ia juga menilai masih banyak warga di pelosok desa yang belum menyadari bahwa mereka memiliki akses penuh terhadap berbagai layanan publik tanpa biaya.
"Kabupaten Jember ini memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Faktanya di lapangan, masih banyak warga yang belum tahu kalau ada program pengobatan gratis cukup dengan KTP (UHC) atau kemudahan dokumen kependudukan lainnya," tegas Gus Fawait di sela kegiatannya.
Bagi Gus Fawait, urgensi turun ke bawah (turba) terletak pada pemerataan akses.
Ia menyebut, pemerintah daerah tidak ingin program unggulan seperti Universal Health Coverage (UHC) hanya menjadi catatan di atas kertas tanpa dirasakan manfaatnya oleh warga miskin.
Selain sektor kesehatan, Safari Ramadan ini menjadi instrumen strategis untuk menekan angka stunting, mencegah pernikahan dini, hingga memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Baca Juga: Respons Gejolak Minyak Dunia: Gus Fawait Ajak Kepala OPD Semobil Bareng demi Efisiensi Anggaran
Di Ledokombo, Gus Fawait juga merealisasikan aksi nyata dengan meresmikan instalasi listrik gratis bagi warga kurang mampu serta pemberian santunan anak yatim.
Sebagai pamungkas untuk memutus rantai birokrasi yang kaku, Gus Fawait kembali mempopulerkan layanan pengaduan "Wadul Gus'e" yang dirancang sebagai mata dan telinga pemerintah di lapangan.
Melalui strategi komunikasi langsung ini, ia menargetkan terciptanya masyarakat yang melek hak, sehingga indeks pembangunan manusia dan kepuasan publik di Jember dapat meningkat secara signifikan di tahun 2026 ini.
"Saya imbau seluruh warga Jember untuk melapor melalui Wadul Gus'e jika ada kendala. Mulai dari warga miskin yang belum tersentuh bantuan, urusan cetak KTP, hingga layanan publik lainnya. Jangan diam, laporkan!" pungkas dia. (mau)
Editor : Maulana RJ