Radar Jember - Ketegangan geopolitik yang memuncak di Timur Tengah memaksa evakuasi darurat bagi warga negara Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Iran.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi menyambut kepulangan dua mahasiswa asal Jember dan Malang yang berhasil lolos dari zona merah konflik di Iran dan Amerika Serikat - Israel.
Dua mahasiswa tersebut, Muhammad Baghir dan Dian, menempuh studi di institusi bergengsi namun berada di wilayah yang kini menjadi titik panas pertahanan Iran.
Baca Juga: Satpol PP Jember Kembali Gerak Tertibkan PKL, Kali Ini di Ruas Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk
Baghir merupakan mahasiswa Teknik Komputer di Universitas Qom, sebuah kota suci yang juga menjadi pusat strategis di Iran.
Sementara Dian menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Shiraz, wilayah yang secara historis sering menjadi target ketegangan karena kedekatan lokasinya dengan fasilitas-fasilitas penting negara tersebut.
Seiring meningkatnya konfrontasi bersenjata antara Iran melawan kekuatan Amerika Serikat dan Israel, keberadaan mereka di universitas-universitas tersebut menjadi sangat berisiko, sehingga proses evakuasi oleh KBRI Teheran menjadi langkah krusial yang tidak bisa ditunda.
Baca Juga: Info Lantas Jember: Motor Emak-emak Asal Jember Oleng Hingga Sampai Dicium Truk
Gubernur Khofifah menerima langsung keduanya di Kantor PP Muslimat NU pada Sabtu (14/3).
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan setiap warga Jawa Timur kembali ke pelukan keluarga dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran dan hari ini baru tiba di Indonesia,” kata Khofifah, dalam keterangan resminya, Sabtu (14/3/2026) malam.
Proses kepulangan ini merupakan hasil kerja keras lintas instansi.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang telah menavigasi proses evakuasi secara bertahap di tengah situasi Timur Tengah yang semakin tidak menentu.
“Terima kasih kepada Kemenlu yang sudah berhasil melakukan proses evakuasi warga Indonesia di Iran secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Setelah tiba di Jakarta, Pemprov Jatim melalui Badan Penghubung Daerah akan mengawal perjalanan mereka hingga sampai ke depan pintu rumah masing-masing di Jember dan Malang.
“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur supaya bisa difasilitasi balik ke rumahnya masing-masing. Ini tahap ketiga dan malam ini akan ada yang datang lagi. Semoga mereka bisa kembali dengan selamat dan selamat bertemu dengan keluarga di rumah,” tambah Khofifah.
Perjalanan evakuasi ini diakui Dian sangat panjang dan menegangkan, melibatkan koordinasi antara KBRI Teheran, KBRI Azerbaijan, hingga bantuan dari Konjen Turki sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia oleh Kemenlu.
“Alhamdulillah bisa bertemu Ibu Gubernur, difasilitasi juga pemulangannya balik ke Malang. Beliau sangat peduli dengan mahasiswa Jawa Timur yang studi di Iran, beliau memastikan supaya kami bisa pulang ke Malang dengan selamat,” ungkap Dian penuh syukur.
Senada dengan Dian, Muhammad Baghir juga merasa lega bisa menginjakkan kaki di tanah air setelah melewati ketegangan di Iran.
“Terima kasih kepada Kemenlu, Pemprov Jawa Timur Ibu Khofifah yang sudah memfasilitasi kami kembali ke daerah asal masing-masing dengan selamat dibantu Badan Penghubung Jawa Timur,” katanya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh