Radar Jember - Langkah nyata efisiensi energi mulai ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dalam setiap agenda kedinasan.
Bupati Jember Muhammad Fawait memilih meninggalkan kendaraan dinas pribadinya dan lebih memilih menumpang satu mobil Toyota Hiace bersama rombongan terbatas.
Dalam mobil tersebut, tampak mendampingi Pj. Sekda, sejumlah Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, hingga Kadiskominfo Jember untuk menuju lokasi kunjungan kerja.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Tak Sampai Sebulan, Posisi Kajari Jember Sudah Berganti Lagi, Yenita Sari Kemana?
"Kita berangkat bareng-bareng dengan semua kepala OPD karena memang sesuai dengan arahan Presiden semalam untuk melakukan efisiensi," kata Gus Fawait, sapaan dia, di sela-sela kunjungan kerja ke PT Nankai, sebuah perusahaan asing asal Jepang yang bergerak di bidang pengelolaan kayu, di Kecamatan Silo, Jember, Sabtu (14/03/2026) petang.
Ia menyatakan, langkah penghematan ini diambil menyusul instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh jajaran pemerintahan memperketat penggunaan energi.
Kebijakan tersebut merupakan dampak dari terganggunya jalur perdagangan minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Presiden menekankan bahwa fluktuasi harga minyak mentah dunia dapat membengkakkan beban subsidi BBM di dalam negeri.
Oleh karena itu, pengurangan penggunaan kendaraan dinas secara individual dalam agenda pemerintahan menjadi salah satu strategi utama untuk menekan pengeluaran negara.
"Kita tahu bahwa di dunia internasional hari ini terjadi gejolak di Timur Tengah. Kalau ada gejolak, pasti harga komoditas salah satunya minyak, dia fluktuatif, bisa tinggi. Kalau tinggi, maka beban subsidi Pemerintah Pusat pasti akan membengkak," jelas Gus Fawait.
Lebih jauh selain efisiensi mobilitas fisik, Pemkab Jember juga tengah mematangkan skema Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Modus Licin Tukar Remote Keyless: Pencuri Toyota Fortuner Asal Lumajang Diringkus Polres Jember
Gus Fawait meyakini, pemanfaatan teknologi informasi dianggap sebagai solusi cerdas agar kinerja pelayanan publik tetap optimal tanpa harus mengandalkan mobilitas tinggi yang memakan banyak energi.
Ia cukup optimistis bahwa pengalaman menghadapi krisis saat pandemi COVID-19 menjadi modal berharga dalam menerapkan kebijakan WFH ini.
"Kita punya pengalaman krisis COVID, insyaallah Indonesia akan bisa mengatasi. Kita siapkan skenario untuk WFH sampai kondisi kembali normal," pungkas mantan anggota DPRD Jatim itu.
Editor : M. Ainul Budi