Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Respons Instruksi Presiden Prabowo, Gus Fawait Ajak Kepala OPD Mulai Diet BBM di Jember

Maulana RJ • Sabtu, 14 Maret 2026 | 23:18 WIB

Mobil yang ditunggangi Gus Fawait, bersama sejumlah kepala ODP, saat kunjungan kerja, ke PT Nankai, Silo, Jember, Sabtu (14/3/2026) petang. (Maulana/Radar Jember)
Mobil yang ditunggangi Gus Fawait, bersama sejumlah kepala ODP, saat kunjungan kerja, ke PT Nankai, Silo, Jember, Sabtu (14/3/2026) petang. (Maulana/Radar Jember)

Radar Jember - Langkah nyata efisiensi energi mulai ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dalam setiap agenda kedinasan. 

Bupati Jember Muhammad Fawait memilih meninggalkan kendaraan dinas pribadinya dan lebih memilih menumpang satu mobil Toyota Hiace bersama rombongan terbatas. 

Dalam mobil tersebut, tampak mendampingi Pj. Sekda, sejumlah Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, hingga Kadiskominfo Jember untuk menuju lokasi kunjungan kerja.

"Kita berangkat bareng-bareng dengan semua kepala OPD karena memang sesuai dengan arahan Presiden semalam untuk melakukan efisiensi," kata Gus Fawait, sapaan dia, di sela-sela kunjungan kerja ke PT Nankai, sebuah perusahaan asing asal Jepang yang bergerak di bidang pengelolaan kayu, di Kecamatan Silo, Jember, Sabtu (14/03/2026) petang.

Baca Juga: Bahlil Bantah Isu Krisis BBM saat Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Storage BBM di Sumatra

Ia menyatakan, langkah penghematan ini diambil menyusul instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh jajaran pemerintahan memperketat penggunaan energi.

Kebijakan tersebut merupakan dampak dari terganggunya jalur perdagangan minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

Presiden menekankan bahwa fluktuasi harga minyak mentah dunia dapat membengkakkan beban subsidi BBM di dalam negeri. 

Baca Juga: Hanya Rp500 Per Liter! Perbandingan Gila Harga BBM Indonesia vs Iran 2026: Subsidi Besar vs Ketergantungan Impor

Oleh karena itu, pengurangan penggunaan kendaraan dinas secara individual dalam agenda pemerintahan menjadi salah satu strategi utama untuk menekan pengeluaran negara.

"Kita tahu bahwa di dunia internasional hari ini terjadi gejolak di Timur Tengah. Kalau ada gejolak, pasti harga komoditas salah satunya minyak, dia fluktuatif, bisa tinggi. Kalau tinggi, maka beban subsidi Pemerintah Pusat pasti akan membengkak," jelas Gus Fawait.

Lebih jauh selain efisiensi mobilitas fisik, Pemkab Jember juga tengah mematangkan skema Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Baca Juga: Dampak Perang Iran Vs Israel-AS Picu Gejolak Pasar Global, Gus Fawait: MBG dan KMP Bisa Jadi Proteksi

Gus Fawait meyakini, pemanfaatan teknologi informasi dianggap sebagai solusi cerdas agar kinerja pelayanan publik tetap optimal tanpa harus mengandalkan mobilitas tinggi yang memakan banyak energi.

Ia cukup optimistis bahwa pengalaman menghadapi krisis saat pandemi COVID-19 menjadi modal berharga dalam menerapkan kebijakan WFH ini. 

"Kita punya pengalaman krisis COVID, insyaallah Indonesia akan bisa mengatasi. Kita siapkan skenario untuk WFH sampai kondisi kembali normal," pungkas Politisi Partai Gerindra itu. (mau)

Editor : Imron Hidayatullahh
#IRAN #OPD #Jember #krisis bbm #Israel #minyak dunia #Instruksi presiden #harga minyak dunia #BBM #Work From Home #covid #Prabowo Subianto #timur tengah #Jepang #Presiden Prabowo #selat hormuz #ketahanan energi nasional #Amerika Serikat #Gus Fawait #ASN