Radar Jember - Pemerintah daerah melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang melakukan akselerasi besar-besaran dalam memperbaiki infrastruktur jalan menjelang momentum Lebaran 2026.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), dikerahkan ke sejumlah titik dan serentak untuk menyisir hingga menambal lubang-lubang jalan yang mengancam keselamatan pengendara.
Kepala DPRKPLH Jember, Jupriono, menegaskan bahwa aksi nyata ini merupakan bagian dari "Gerakan Indonesia Asri".
Fokus utama tim saat ini adalah memastikan jalur mudik dan akses vital warga dalam kondisi prima dan bebas hambatan.
"Dengan adanya perbaikan ini, risiko kecelakaan akibat jalan berlubang diharapkan dapat ditekan secara signifikan bagi para pengguna jalan," kata Jupri, dalam keterangan resminya, (10/30).
Ia meyakinkan, Tim URC bekerja nonstop melakukan penambalan di sepuluh titik prioritas, dari pusat kota hingga pelosok desa.
Beberapa titik krusial yang menjadi sasaran perbaikan meliputi wilayah padat aktivitas di Tawangmangu (Sumbersari), jalur penghubung Lembengan-Cumedak (Ledokombo), hingga ruas Gayasan-Jatirejo di Jenggawah.
Tak hanya itu, akses mobilitas di selatan Jember, mulai dari Ambulu hingga Mangli, serta jalan Sukoreno di Kalisat juga masuk dalam daftar pengerjaan kilat.
Di sisi barat dan utara, Satgas juga menyentuh ruas Kemuningsari Lor-Tamansari (Bangsalsari), urat nadi transportasi di Jalan Basuki Rahmat (Jombang), lintasan Kertosari-Antirogo (Pakusari), hingga rute Kasiyan-Grenden di Puger.
Pergerakan tim ditutup dengan perbaikan jalur Karangbayat menuju Mangungan di Kecamatan Sumberbaru.
Pemkab Jember menargetkan seluruh sisa kerusakan jalan pada jalur prioritas harus tuntas sebelum tanggal 19 Maret 2026.
Hal ini dilakukan agar pengerjaan teknis tidak berbenturan dengan puncak arus mudik yang mulai padat.
"Kami ingin menekan risiko kecelakaan sekecil mungkin. Targetnya 19 Maret semua sudah selesai agar tidak mengganggu mudik masyarakat," kata Jupri.
Pihak Satgas juga mengimbau warga untuk bersabar dan tetap waspada saat melintasi area yang sedang dalam masa pengerjaan.
Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui bahwa persoalan jalan rusak, yang kerap ia sebut sebagai jalan ‘tol-ngantol’, memang cukup banyak dikeluhkan.
Ia pun memastikan perbaikan terus dilakukan dengan melihat batas kewenangan terhadap status jalan.
"Jalan yang punya pemkab, tentu bisa kita lakukan perbaikan langsung, tapi jalan yang provinsi, kita juga perlu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi yang punya kewenangan," katanya, dalam kesempatan bertemu warga. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh