PATRANG, Radar Jember - Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Jember Muhammad Fawait bergerak cepat dalam melakukan akselerasi pembangunan.
Salah satu dinamika yang terjadi sejak ia dilantik hingga kini yakni pada pergantian posisi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda).
Sebagai "panglima" birokrasi, posisi ini telah diisi oleh tiga figur berbeda yang masing-masing membawa peran krusial dalam mendukung program prioritas bupati.
Baca Juga: Banjir Tahunan Jember: Bupati Gus Fawait Bentuk Satgas Khusus Bongkar Mafia Tata Ruang
Perjalanan birokrasi Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait -sapaan akrab Bupati Fawait- ditandai dengan transisi kepemimpinan administratif. Langkah itu diyakini demi memastikan efektivitas kebijakan pemerintah tetap on the track.
Era Arief Tyahyono (14 November 2024 – 28 April 2025)
Arief Tyahyono menjadi Pj Sekda pertama di awal masa jabatan Bupati Fawait. Ia juga sempat menjadi Pelaksana harian (Plh) sekda dan Pelaksana Tugas (Plt) sekda. Adapun beberapa tugasnya, antara lain fokus pada transisi administrasi awal dan penataan struktur birokrasi agar selaras dengan visi-misi Bupati baru.
Arief mengawal sinkronisasi APBD awal tahun untuk mendukung program-program prioritas di berbagai bidang.
Baca Juga: Anggaran UHC Jember 2026 Melejit! Pemkab Siapkan Rp 430 M untuk Layanan Kesehatan 2,6 Juta Warga
Era Jupriono (28 April 2025 – 24 November 2025)
Dilantik pada medio April 2025 lalu, Jupriono mengambil alih tongkat estafet dengan tantangan yang lebih kompleks. Salah satunya akselerasi penyerapan anggaran pada kuartal kedua dan ketiga. Jupriono berperan aktif dalam penguatan kolaborasi antar-OPD untuk menggenjot program prioritas, serta mendorong salah satu program andalan Bupati yakni Universal Health Coverage (UHC) Prioritas Pemkab Jember.
Selain itu, Jupriono juga mengawal pembahasan Raperda RPJMD 2025-2030 bersama legislatif.
Era Akhmad Helmi Luqman (24 November 2025 - Sekarang)
Akhmar Helmi Luqman resmi dilantik untuk memperkuat barisan birokrasi menuju tahun kedua kepemimpinan Gus Fawait. Beberapa hal yang menjadi fokus garapannya yakni soal dukungan terhadap program prioritas seperti pengentasan kemiskinan melalui digitalisasi data kemiskinan (Desil 1-5), persiapan teknis program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa lainnya.
Dalam prosesi pelantikan Pj Sekda saat itu, Bupati Fawait menekankan bahwa jabatan ini bukanlah sekadar posisi administratif, tetapi menjadi jantung dari pelayanan publik.
“Bagi saya, Pak Jupri sudah melaksanakan tugasnya sangat baik. Bahkan kadang-kadang memposisikan diri sebagai orang tua, mengingat saya masih muda. Kepada Pak Pj Sekda Jember yang baru, mudah-mudahan Pak Helmi ini bisa menjadi nahkoda baru yang bisa membuat yang lain guyub dan rukun,” pungkas Gus Fawait.
Langkah mengganti Pj Sekda dalam kurun waktu kurang dari satu tahun ini menunjukkan adanya standar evaluasi yang sangat ketat.
Gus Fawait tampak menginginkan birokrasi yang adaptif dan tidak terjebak dalam zona nyaman, terutama dalam menghadapi target-target besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penurunan kemiskinan, hingga penurunan kasus AKI-AKB yang menjadi prioritas utamanya di tahun 2026. (mau)
Editor : M. Ainul Budi