Radar Jember - Suasana khidmat menyelimuti pusat Kota Jember saat para jamaah tumpah ruah di alun-alun untuk mengikuti gelaran Jember Bermunajat, Sabtu malam (7/2).
Bersama Majelis Maulid Riyadhul Jannah Malang dan Jam’iyyah Sholawat Muwassholah Nahrul Musthofa, masyarakat menyatukan hati dalam lantunan salawat dan doa bagi keselamatan Indonesia.
Di tengah rintik hujan yang menyiram lokasi, suasana justru terasa semakin khusyuk. Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut momen ini sebagai waktu yang mustajab untuk mengetuk pintu langit.
"Sesuai ajaran guru, turunnya hujan adalah waktu istijabah untuk berdoa. Kita berkumpul di sini dengan niat tulus bersholawat, semoga membawa keberkahan bagi kita semua," serunya, bersama deretan ulama, habaib, serta tokoh agama, malam itu.
Ia mengapresiasi khusus bagi jamaah asal Malang yang rela menempuh perjalanan jauh demi syiar sholawat di Jember.
Menurutnya, itu bentuk perjuangan di jalan Allah (fisabilillah) yang diyakini akan memperkuat terkabulnya doa-doa yang dipanjatkan.
Gus Fawait juga menitipkan permohonan doa bagi seluruh elemen bangsa, dan secara khusus mendoakan keselamatan Presiden RI Prabowo Subianto serta kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
"Saya titip doa untuk masyarakat Jember dan seluruh Indonesia. Semoga pemimpin kita, Pak Presiden Prabowo, senantiasa diberi kekuatan dan keselamatan oleh Allah SWT untuk membawa bangsa ini menuju keberkahan," tambah dia. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh