Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rayakan Satu Abad NU, Gus Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Santri di Pemerintahan, Bupati Jember Minta Ulama Kawal Jalannya Pemerintahan

Maulana RJ • Senin, 2 Februari 2026 | 23:55 WIB
TEGUHKAN KOMITMEN: Bupati Fawait saat berorasi di depan para ulama dan warga nahdliyin, saat peringatan Satu Abad NU, di Alun-alun Jember (1/2).
TEGUHKAN KOMITMEN: Bupati Fawait saat berorasi di depan para ulama dan warga nahdliyin, saat peringatan Satu Abad NU, di Alun-alun Jember (1/2).

KALIWATES, Radar Jember - Suasana khidmat menyelimuti Alun-alun Jember pada Minggu (01/02/2026).

Di hadapan belasan ribu nahdliyin yang memadati lokasi peringatan puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan identitas dan komitmennya sebagai pemimpin yang lahir dari rahim pesantren.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan Nahdliyyin (warga NU) itu, ia menegaskan bahwa jabatan yang ia emban saat ini adalah bentuk pengabdian seorang kader.

"Saya kebetulan kader NU yang hari ini jadi Bupati, bukan bupati yang kebetulan dari NU. Maka di satu abad NU ini, alhamdulillah Bupati Jember adalah kader NU," katanya.

Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengakui bahwa meski baru memimpin Jember selama 11 bulan, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam birokrasi.

Ia berjanji akan terus melakukan perbaikan demi mewujudkan visi: Jember Baru Jember Maju, selama masa kepemimpinannya.

"Tahun depan insya Allah perayaannya lebih baik lagi, meski Ketua PCNU Jember tidak pernah komunikasi dengan saya," katanya, disusul tawa renyah para Nahdliyyin.

Lebih jauh, ia melaporkan salah satu program strategis nasional yang akan segera dirasakan manfaatnya secara luas di daerah, khususnya di lembaga pendidikan pesantren di Jember.

"Insya Allah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk seluruh siswa dan santri, di pertengahan tahun ini akan terpenuhi," lapornya di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat.

Menutup orasinya, Gus Fawait ini meminta para kiai, nyai, dan jemaah untuk tidak segan menegur jalannya pemerintahan jika dirasa mulai melenceng dari koridor.

"Mohon saya diingatkan kembali kalau ada hal-hal yang kurang pas atau melenceng dari nilai-nilai ke-NU-an dan kesantrian. Bagaimanapun saya adalah santri, lahir dari keluarga NU, dan siap berjuang bersama NU untuk mempertahankan NKRI," pungkas Pengasuh PP Nurul Chotib Al Qodiri IV Jember ini. (mau/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #pcnu #Satu Abad NU #Gus Fawait