Radar Jember - Gerakan masif untuk menekan angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) yang masih menjadi tantangan besar di Jember, mulai diseriusi oleh pemerintah daerah.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) dikerahkan secara serentak ke seluruh kecamatan dan Puskesmas hingga ke pelosok Jember.
Langkah berangkat setelah melihat data satu dekade terakhir yang menunjukkan angka stunting di Jember selalu menempati posisi tertinggi di Jawa Timur.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut situasi ini sebagai sebuah bencana yang mengancam masa depan generasi muda Jember jika tidak ditangani dengan cara-cara luar biasa dan serius.
"Saya anggap ini adalah semacam bencana atau krisis. Kalau dibiarkan, ini mengancam generasi penerus bangsa, terutama di Jember," katanya, seusai simbolis penerjunan 1.200 nakes, di GOR Kaliwates, Jember, (27/01).
Inovasi ini nantinya akan disambungkan dengan layanan homecare untuk menjangkau warga yang memiliki risiko kehamilan tinggi maupun balita dengan potensi stunting.
Dengan dukungan kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN yang tidak dikurangi, ia optimistis Jember akan mencapai angka stunting terendah di Jawa Timur pada empat sampai lima tahun mendatang.
"Maka dari itu saya berharap ada pelayanan publik yang lebih baik, termasuk pelayanan untuk upaya pencegahan stunting, AKI AKB ini lebih baik," tambah dia. (mau/bud)
Pergerakan Stunting dan AKI-AKB Jember (Periode 1 Januari - 31 Desember 2025)
Status Gizi Anak (Total Terukur: 184.308)
Gizi Baik: 135.216 anak (73,4%)
Underweight (BB Kurang): 20.665 anak (11,2%)
Wasting (Gizi Buruk/Kurang): 14.451 anak (7,8%)
Stunting (Pendek): 13.976 anak (7,6%)
Laporan Angka Kematian (Total: 1.395 Kasus)
Kasus Abortus (< 20 minggu): 649 kasus
Kematian Balita (0-59 bulan): 278 kasus
Kematian Bayi (0-11 bulan): 263 kasus
Kasus IUFD (≥ 20 minggu): 181 kasus
Kematian Ibu (AKI): 24 kasus
Keluarga Risiko Stunting (KRS)
Faktor risiko penyumbang masalah stunting dari total 798.213 keluarga:
Risiko PUS (4 Terlalu): 156.717 keluarga
Risiko Lingkungan: 109.053 keluarga
Risiko Kesejahteraan: 47.714 keluarga
*Angka Abortus dan Kematian Balita menjadi penyumbang terbesar total kematian. Sementara itu, Risiko PUS (Pasangan Usia Subur) menjadi faktor risiko keluarga yang paling dominan dalam permasalahan stunting di Jember.
(Sumber Data: portal-data.jemberkab.go.id - update 27/01/2026. Olah Grafis: Maulana/Radar Jember)
Editor : Imron Hidayatullahh