Radar Jember - Komitmen besar ditunjukkan Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam memimpin komposisi kabinet di bawahnya.
Di tengah tantangan pasca-transisi kepemimpinan, ia menegaskan dedikasinya untuk menjaga kehormatan setiap aparatur sipil negara (ASN) hingga masa purnatugas tiba.
Salah satu bentuk nyata komitmen itu, sempat terlihat saat pelepasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suprihandoko, yang memasuki masa pensiun per akhir Desember 2025 kemarin.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa setiap birokrat yang telah mengabdi bagi Jember layak mendapatkan apresiasi tertinggi dan mengakhiri masa baktinya dengan cara yang mulus dan terhormat.
"Sesuai janji saya, saya akan mengantarkan setiap birokrat di Jember untuk pensiun secara terhormat dan husnul khotimah," katanya, saat bertemu dengan jajaran kepala OPD di Puncak Rembangan, Jember, belum lama ini.
Lebih lanjut, komitmen itu tidak hanya sekadar jaminan kehormatan, namun juga meliputi hak-hak para abdi negara.
Di saat banyak daerah lain memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Pemkab Jember memilih menguranginya sedikit pun.
Gus Fawait mencatatkan sejarah baru dengan menjamin tidak adanya mutasi atau penurunan eselon yang didasari oleh faktor politik atau transisi kekuasaan.
"Saya menjaga marwah ASN. Hari ini tidak ada cerita kepala dinas tiba-tiba menjadi Camat/sekcam karena faktor politik, TPP tidak kami kurangi. Jadi saya minta, panjenengan semua bantu saya," pungkas dia. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh