Radar Jember – Pemkab Jember berencana melakukan ekspansi pelayanan besar-besaran di bidang kesehatan di tahun 2026 ini.
Tak tanggung-tanggung, para tenaga kesehatan (nakes) akan dikerahkan ke seluruh desa di 31 kecamatan di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut langkah ini merupakan eskalasi dari proyek percontohan atau pilot project yang sebelumnya sukses dilaksanakan di enam kecamatan.
Ia mengemukakan, penerjunan ini memfokuskan memperkuat pelayanan dasar melalui program unggulan seperti UHC, dan Home Care.
Yakni layanan kesehatan yang langsung ke depan pintu rumah (door to door) dengan sasaran utama kelompok masyarakat rentan seperti lansia dan difabel.
"Kemarin kami turunkan nakes sebagai pilot project di enam kecamatan. Kami rancang dan terjunkan di 31 kecamatan," katanya, saat ditemui seusai menyerahkan SK kepada 50 kepala puskesmas, di Aula PB Sudirman, Kantor Pemkab Jember, (10/1).
Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan tahun 2026 adalah momentum pembuktian.
Ia menggeber kerja-kerja birokrasi yang harus bisa melakukan akselerasi dan percepatan.
Salah satu yang menjadi fokus perhatiannya di bidang kesehatan adalah isu-isu krusial seperti angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), imunisasi, hingga stunting.
"Kami akan evaluasi selama tiga bulan sekali, bagaimana pergerakan angka stunting, AKI dan AKB, serta imunisasinya. Termasuk kami juga akan cek pelayanan-pelayanan di setiap puskesmas," tegas dia.
Ia menargetkan pelayanan dasar kesehatan ini menyisakan zero keluhan, yang sempat membanjiri kanal aduan di Wadul Guse.
Baca Juga: Dana Desa Dipangkas 60 Persen, Gus Fawait Tegaskan ADD Jember Tak Dikurangi Seperak Pun
"Ke depan saya ingin wadulan masyarakat di Wadul Guse bisa semakin turun terutama di bidang kesehatan dan sekali lagi ini bagian dari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Jember di bidang kesehatan," imbuhnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh