Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bapenda Ungkap Arahan Gus Fawait: Pajaki Orang Kaya, Lindungi UMKM, PAD Jember Melejit

Maulana RJ • Jumat, 9 Januari 2026 | 06:00 WIB
AHMAD IMAM FAUZI, Kepala Bapenda Jember.
AHMAD IMAM FAUZI, Kepala Bapenda Jember.

Radar Jember - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember berhasil menembus angka Rp 1 triliun selama tahun 2025.

Ini menjadi catatan perolehan yang cukup signifikan selama perolehan PAD Jember dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember, Ahmad Imam Fauzi, membeberkan strategi di balik lonjakan drastis tersebut.

Ia menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari kepemimpinan yang mengutamakan efisiensi dan keberpihakan pada masyarakat kecil.

Dikatakan, langkah awal yang diinstruksikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, adalah melakukan mitigasi terhadap segala bentuk kebocoran anggaran.

Bupati menekankan pentingnya menjaga uang rakyat dari praktik "copet" atau kebocoran sistemik melalui efisiensi yang ketat.

"Beliau (Bupati Gus Fawait) secara satire hanya bilang: Pak Fauzi, di sana banyak copetnya. Maknanya adalah bukan kata sifat atau kata benda, tapi kata kerja, lakukan efisiensi, tutup kebocoran. Maka langkah taktis yang kita lakukan adalah mitigasi semuanya," katanya.

Lebih lanjut, Fauzi melihat visi Bupati sebagai sesuatu kegilaan yang progresif, terutama dalam hal insentif fiskal.

Menurut dia, kebijakan yang diambil cenderung sosialistis dengan prinsip membahagiakan orang banyak melalui teori keadilan utilitarian.

Salah satu arahan tegas Bupati Gus Fawait, kata dia, adalah memastikan beban pajak tidak menindas masyarakat miskin.

Salah satunya, merevisi Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Jember.

"Pesan beliau (Bupati Fawaid, Red.) pajaki orang kaya, jangan pajakin orang miskin. Berangkat dari sana, ada legacy kita di Perda yang akan kita amandemen karena dianggap tidak menciptakan keadilan, terutama pengenaan pajak pada omzet Rp 3 juta yang menyasar kelompok UMKM," tambahnya.

Meski awalnya sempat terkejut dengan target PAD Rp 1 triliun itu–mengingat basis pendapatan sebelumnya hanya di angka Rp 774 miliar–kini Bapenda Jember merasa optimistis menatap target berikutnya.

Fauzi meyakini, dengan intervensi teknologi dan dukungan seluruh stakeholder, target PAD sebesar Rp 1,3–1,6 triliun di tahun-tahun berikutnya bukan sekadar mimpi.

"Saya melihat luar biasa lonjakannya. Target ke kami Rp 1,3-1,6 triliun ke depan ini, saya optimistis angka itu bukan mimpi, bahkan sangat bisa diraih," imbuh mantan Kepala Perpusda Jember itu.

Bupati Gus Fawait sejak awal menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan pajak.

Sebagai jalan keluar lolos dari jeratan kebijakan efisiensi dari pusat, ia memilih mengoptimalkan sektor penerimaan pajak dengan menutup kebocoran-kebocoran pajak yang ada.

"Saya selalu titip, dalam pemerintahan kita tidak boleh mencekik 'wong cilik' dengan pajak. Tidak boleh. Karena sebetulnya masih banyak potensi pajak kita. Tadi disebut ada reklame, Gunung Sadeng dan sebagainya. Itu potensi menuju Rp 1,3 - 1,6 triliun dan potensi-potensi yang lainnya yang begitu besar," katanya, dalam kesempatan yang sama. (mau/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #PDRB #PAD (Pendapatan Asli Daerah) #Gus Fawait