Radar Jember - Mengawali tahun 2026, Pemkab Jember meluncurkan gebrakan besar dalam pelayanan publik.
Bupati Jember Muhammad Fawait, resmi meluncurkan program "Peta Cinta" (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan).
Hal itu untuk mengatasi masalah krisis blanko KTP-elektronik di Jember selama ini.
Bupati Fawait mengutarakan, langkah ini diambil untuk menjawab keluhan panjang masyarakat terkait sulitnya mengurus dokumen kependudukan seperti KK, KIA, hingga KTP-el.
Selama ini, warga di pelosok pinggiran hutan hingga pantai harus menempuh perjalanan hingga dua jam menuju pusat kota hanya untuk mendapatkan sekeping KTP.
"Mulai hari ini, warga Jember tidak perlu lagi jauh-jauh ke kantor Dispendukcapil Jember. Cukup ke kantor kecamatan masing-masing," tegasnya, saat memberikan keterangan terbuka dalam acara Pro Guse Update di Kantor Kecamatan Jenggawah, Jember Senin (6/1).
Salah satu solusi yang ditawarkan dalam inovasi ini adalah penyediaan 68.000 blanko KTP-el.
Gus Fawait mengungkapkan bahwa sejak 2019 hingga 2025, Jember mengalami defisit hingga 66.000 blanko yang menyebabkan antrean panjang tak berkesudahan.
Melalui kombinasi anggaran APBD dan upaya lobi ke pemerintah pusat, kata dia, Pemkab Jember berhasil mengamankan 68.000 blanko untuk menuntaskan seluruh tunggakan cetak masyarakat.
"Secara teori, tidak boleh ada lagi kekurangan blanko di Jember. Kami pastikan warga di ujung timur Pulau Jawa ini tercukupi kebutuhan identitasnya," imbuh dia.
Untuk mendukung program ini, Pemkab Jember tidak hanya mengirimkan perangkat cetak dan tinta, tetapi juga menerjunkan langsung dua staf Dispendukcapil di setiap kantor kecamatan.
Layanan cetak di tempat ini kini tersedia di seluruh kecamatan se-Kabupaten Jember, kecuali kecamatan di wilayah kota yang aksesnya sudah dekat dengan Dispendukcapil yang berada di Jalan Jawa.
Gus Fawait juga menjanjikan transparansi dan kecepatan layanan.
Bagi pemohon baru, proses cetak ditargetkan maksimal selesai dalam empat hari.
"Ke depan, para camat akan memantau dan memberikan laporan bulanan. Saya ingin memastikan tidak ada lagi antrean panjang seperti antre sembako. Bahkan, kami akan melombakan dan memberi apresiasi bagi camat yang paling inovatif dalam memberikan kemudahan pelayanan ini," pungkas mantan anggota DPRD Jatim itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh