Radar Jember - Progres pembangunan Jember di era kepemimpinan Bupati Fawait dan wakilnya Djoko Susanto, berjalan cukup signifikan sepanjang tahun 2025.
Sejak keduanya dilantik per 20 Februari 2025, atau dalam waktu 10 bulan, Jember mencatatkan berbagai lompatan besar di berbagai bidang.
Mulai di bidang infrastruktur sampai urusan program pelayanan dasar.
Meski begitu, perjalanan duet politisi dan mantan birokrat itu bukan lantas tanpa masalah.
Berbagai dinamika telah banyak mewarnai selama sekitar 10 bulan 10 hari kemarin.
Nah, memasuki tahun 2026, pembangunan tentu tidak boleh berhenti.
Berbagai target dan proyek-proyek ambisius siap diputar.
Hal itu dikemukakan langsung Bupati Jember Muhammad Fawait.
Ia mengaku telah menyiapkan akselerasi besar untuk menatap tahun 2026 ini.
Salah satu fokus garapannya pada percepatan pembangunan fisik strategis.
Dalam beberapa kesempatan, ia juga ingin tetap fokus pada penanganan isu-isu dasar, seperti kemiskinan ekstrem, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga stunting.
"Selama 10 bulan kemarin anggap saja sebagai pemanasan dan Tahun 2026 adalah momentum kita untuk melompat lebih tinggi," katanya, saat kesempatan refleksi 10 bulan pemerintahannya, di kawasan wisata Puncak Rembangan, Jember, 31 Desember 2025 lalu.
Gus Fawait, sapaan akrab bupati muda ini, menegaskan masa 10 bulan pertama adalah fondasi yang membuat Jember kini berada di jalur yang benar (on the track).
Memasuki tahun 2026, ia tidak memberikan ruang bagi birokrasi untuk bersantai.
Skema kontrak kinerja berbasis target triwulan telah disiapkan sebagai alat pacu bagi seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Di sektor infrastruktur fisik, Gus Fawait memberikan perhatian khusus pada proyek-proyek raksasa yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi sekaligus mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat di pelosok.
Proyek strategis seperti pembangunan Flyover Perempatan Mangli, revitalisasi Pasar Tanjung, hingga pelebaran jalan nasional dari Mangli menuju Tanggul, akan menjadi prioritas yang dikawal ketat.
Percepatan proyek fisik ini disinergikan dengan program prioritas penanganan isu kemanusiaan.
Ia meyakini, infrastruktur yang baik akan mempercepat penanganan permasalahan dasar masyarakat, seperti kemiskinan.
"Pelebaran jalan dari Mangli ke Tanggul, revitalisasi Pasar Tanjung, dan program-program strategis lainnya harus terus kita kawal. Kita tidak boleh berhenti, kita harus berlari lebih kencang lagi," katanya.
Selain itu, kemandirian fiskal di tahun 2026 juga menjadi target besar dengan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyentuh angka Rp1,3 hingga Rp1,5 triliun.
Caranya adalah dengan mengaktifkan aset-aset daerah yang selama ini tidak produktif.
"Di negara maju, orangnya santai tapi asetnya bekerja keras. Selama ini di Jember justru terbalik. Tahun 2026 kita ubah; aset harus bekerja menghasilkan pendapatan dan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi rakyat," bebernya.
Lebih lanjut, politikus yang pernah tiga kali melenggang ke gedung DPRD Jatim ini, menantang para pejabat di kabinetnya, untuk lebih agresif melobi anggaran ke pemerintah pusat.
Baginya, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk operasional dinas harus berbuah hasil nyata berupa program pembangunan bagi warga Jember.
"Tidak apa-apa kunjungan habis Rp10 juta, asal pulangnya bawa program Rp1 miliar. Itulah cara melayani rakyat dengan cerdas demi marwah Jember sebagai kabupaten besar," pungkas Presiden Laskar Sholawat Nusantara itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh