Radar Jember - Memasuki tahun 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan tidak akan ada lagi ruang untuk santai.
Ia menyiapkan skema disiplin baru bagi para pimpinan OPD melalui kontrak kinerja berbasis target triwulan.
"Di tahun 2026, kinerjanya harus bagus. Setiap triwulan saya akan tagih targetnya apa, serapannya bagaimana. Semua ditandatangani di atas kertas sebagai bentuk komitmen kami bersama," katanya.
Gus Fawait, sapaan akrabnya menargetkan, di tahun 2026, membawa Jember menuju kemandirian fiskal, melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan menyentuh Rp 1,3-1,5 triliun.
Salah satu caranya, memaksa aset-aset daerah yang selama ini "tidur" untuk mulai menghasilkan nilai ekonomi.
"Di negara maju, orangnya santai tapi asetnya bekerja keras. Di Jember, selama ini orangnya kerja keras tapi asetnya tidur. Tahun 2026 kami balik, aset harus bekerja menghasilkan pendapatan atau memberikan multiplier effect bagi rakyat," jelasnya.
Gus Fawait juga menantang para pimpinan OPD untuk lebih agresif menarik program dari pusat.
Baginya, perjalanan dinas pejabat harus berbanding lurus dengan hasil yang dibawa pulang untuk pembangunan daerah.
Ia mencontohkan seperti proyek flyover Mangli, revitalisasi pasar tradisional, pelebaran jalan nasional, dan lainnya.
"Tidak apa-apa habis Rp 10 juta untuk kunjungan, asal pulangnya bawa program Rp 1 Miliar dari pusat. Itu baru namanya melayani rakyat dengan cerdas," serunya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh