ARJASA, Radar Jember - Menandai perjalanan 10 bulan kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, Kabupaten Jember mengalami perubahan kemajuan yang cukup signifikan di berbagai sektor.
Berbagai capaian manis sejak dilantik per 20 Februari 2025 itu, terekam dalam momen hangat saat malam refleksi bertajuk "Melangkah Bersama Masyarakat Jember" di Puncak Rembangan, Jember, Rabu petang (31/12).
Baca Juga: Sholawat dan Dzikir Akbar Warnai Hari Jadi Jember Ke-97, Gus Fawait Galang Doa Restu Ulama
Tanpa euforia dan pesta kembang api, malam refleksi di ujung pergantian tahun ini berlangsung khidmat, bertepatan dengan Hari Jadi Jember ke-97, yang juga diisi dengan doa bersama. Dihadiri para pejabat Forkopimda, institusi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jajaran OPD.
Di dalamnya, diwarnai apresiasi Bupati Fawait kepada 17 tokoh penggerak dan inspiratif dalam memajukan Jember di bidang kesehatan, pariwisata, kebudayaan, pendapatan, kebencanaan, dan beberapa lainnya.
Selama sekitar 10 bulan 8 hari itu, sejumlah capaian dan program dipamerkan melalui sebuah tayangan videotron.
Mulai dari Wadul Guse dengan 86 persen aduan ditindaklanjuti; Insentif 22.000 Guru Ngaji, UHC 98,3 Persen; 8.000 Beasiswa Kuliah; Revitalisasi Sekolah; Optimalisasi Lahan; Wisata Terintegrasi; Bunga Desaku; dan Guse Menyapa.
Baca Juga: Satu Klik Menuju Solusi: Wadul Guse Jadi Inovasi Kanal Aduan Favorit Masyarakat Jember
Kemudian juga Mlijo Cinta; Perbaikan 253 titik jalan; Penerbangan Jakarta dan Bali; Pengangkatan ribuan PPPK, mendongkrak PAD hingga Rp1,4 triliun, dan lainnya.
Bahkan Jember memanen total 44 penghargaan bergengsi di berbagai tingkat dan bidang, selama tahun 2025 kemarin.
Dalam arahannya, Gus Fawait mengakui selama setahun kurang dua bulan itu, ia banyak memfokuskan pada stabilitas dan percepatan program kerakyatan dengan akselerasi di internal roda pemerintahan.
Langkah itu sekaligus pemanasan menuju genap satu tahun pemerintahannya, di 20 Februari 2026.
Baca Juga: Refleksi 2025 Jember Baru: Dari Program Progresif, Serapan Anggaran, hingga PR Infrastruktur
"Sepuluh bulan menjadi Bupati Jember, saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu. Saya katakan Jember saat ini sudah on the track, kembali pada jalur yang seharusnya sebagai kabupaten besar," tegas dia.
Tancap Gas Menatap Asa Tahun 2026
CAPAIAN progresif selama tahun 2025 tak lantas membuat kinerja birokrasi leha-leha. Memasuki tahun 2026, Gus Fawait memastikan tidak akan ada lagi ruang untuk santai.
Ia menyiapkan skema disiplin baru bagi para pimpinan OPD melalui kontrak kinerja berbasis target triwulan.
"Di tahun 2026, kinerjanya harus bagus. Setiap triwulan saya akan tagih targetnya apa, serapannya bagaimana. Semua ditandatangani di atas kertas sebagai bentuk komitmen kita bersama," katanya.
Ia menargetkan, di tahun 2026, membawa Jember menuju kemandirian fiskal, melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan menyentuh Rp1,3-1,5 triliun. Salah satu caranya, memaksa aset-aset daerah yang selama ini "tidur" untuk mulai menghasilkan nilai ekonomi.
"Di negara maju, orangnya santai tapi asetnya bekerja keras. Di Jember, selama ini orangnya kerja keras tapi asetnya tidur. Tahun 2026 kita balik, aset harus bekerja menghasilkan pendapatan atau memberikan multiplier effect bagi rakyat," jelasnya.
Gus Fawait juga menantang para pimpinan OPD untuk lebih agresif menarik program dari pusat. Baginya, perjalanan dinas pejabat harus berbanding lurus dengan hasil yang dibawa pulang untuk pembangunan daerah.
Ia mencontohkan seperti proyek Flyover Mangli, revitalisasi pasar tradisional, pelebaran jalan nasional, dan lainnya.
"Tidak apa-apa habis Rp10 juta untuk kunjungan, asal pulangnya bawa program Rp1 Miliar dari pusat. Itu baru namanya melayani rakyat dengan cerdas," serunya. (mau)
Editor : M. Ainul Budi