Radar Jember - Pembangunan di kota berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa ini diwarnai dengan berbagai dinamika.
Terutama mengenai program-program yang dinilai belum berjalan maksimal akibat berbagai faktor teknis dan kebijakan nasional.
Tahun 2025 menjadi babak baru bagi Kabupaten Jember.
Apalagi, pada 20 Februari 2025, pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sepanjang tahun 2025, Pemkab Jember meluncurkan berbagai kebijakan progresif dalam 100 hari kerja pertama.
Mulai pengobatan gratis melalui UHC, insentif guru ngaji, beasiswa kuliah, perluasan cakupan BPJS ketenagakerjaan untuk pekerja informal, hingga perbaikan infrastruktur, dan sejumlah program pelayanan lainnya.
Namun sejumlah bidang juga tidak luput dari sorotan.
Jawa Pos Radar Jember mencatat sejumlah persoalan krusial sempat "menyandera" jalannya pemerintahan hingga menjadi pekerjaan rumah yang cukup serius bagi kepala daerah.
Dari segi kekuatan fiskal daerah, salah satunya ditemukan serapan anggaran daerah masih menyentuh angka sekitar 50 persen hingga triwulan terakhir.
Kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat disebut-sebut turut melatarbelakanginya.
Hal itu ditambah dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) yang belum mencatatkan angka yang membahagiakan.
Dari target yang diproyeksikan sekitar Rp 1,1 Triliun, baru tercapai sekitar Rp 800 miliar.
Era Bupati Gus Fawait juga cukup banyak panen warisan masalah keuangan.
Seperti warisan hutang layanan kesehatan gratis, era pemerintahan sebelumnya, yang terakumulasi mencapai ratusan miliar kepada tiga rumah sakit daerah (RSD).
Begitu pula urusan kepegawaian. Terbaru, 8.344 pegawai non-ASN yang baru saja diangkat menjadi PPPK paruh waktu.
"Yang mengangkat mereka, bukan di era saya, tapi saya tidak melihat yang mengangkat di era bupati siapa, mereka sudah mengabdi untuk Jember, itu kewajiban saya sebagai bupati hari ini," kata Gus Fawait, saat penyerahan SK PPPK Paruh Waktu, di Stadion JSG, Selasa (23/12).
Tak sampai di situ, di bidang infrastruktur juga menyisakan banyak pekerjaan rumah pemerintah daerah hari ini.
Mulai dari proyek rehabilitasi pasar tradisional yang beberapa mati suri, mangkraknya Gedung 4 Lantai RSD dr Soebandi, bekas gedung asrama haji yang hanya berupa pilar-pilar.
Dan menyusul baru, pabrik pupuk organik Pemkab Jember, di Wirowongso Ajung, yang telah "disuntik mati" per awal Januari 2025 kemarin.
Gus Fawait tak spesifik memutuskan apakah mau melanjutkan, membiarkan, atau menghentikan.
Namun ia menilai, kebutuhan utama petani Jember saat ini bukan sekadar pupuk organik, tapi infrastruktur pertanian, demi menggenjot produktivitas pertanian.
Karena dinilai belum mendesak dan operasionalnya tidak optimal, Gus Fawait menegaskan bahwa keberlanjutan pabrik pupuk organik itu harus dikaji ulang.
Hal itu membuat pabrik bernama Si Jempol ini juga masih menjadi tanda tanya besar dalam skema pembangunan pertanian 2025.
"Kami ke depan terus memperbaiki infrastruktur pertanian kita, karena ini persoalan utama pertanian kita. Soal pabrik pupuk organik, tentu kita akan kaji ulang. Prinsipnya, kita jalan sesuai kebutuhan. Jangan sampai kebutuhannya ke barat, kita malah jalan ke timur," katanya, menganalogikan, saat Pro Guse Update terakhir di tahun 2025, di Kantor DTPHP Jember.
Masih seputar infrastruktur. Kerusakan gedung-gedung sekolah di Jember di berbagai satuan juga tercatat cukup banyak.
Gus Fawait mengakui ia harus sering wara-wiri ke pemerintah pusat, demi ratusan gedung sekolah rusak di Jember ini bisa diperbaiki dengan bantuan APBN.
"Kami sering ke Jakarta, ke kementerian ini, kementerian itu, ngapain? Kami ngamen. Gak apa-apa dana transfer kita berkurang dari pusat, tapi bantuan dari pusat yang turun ke Jember cukup besar, bahkan kalau ditaksir keseluruhan mencapai Rp 1 triliunan," kata Gus Fawait.
Dari berbagai persoalan tersebut, yang paling menjadi atensi yakni terkait tingginya kemiskinan Jember, soal kematian ibu, kematian bayi, dan stunting, yang angkanya cukup signifikan se-Jawa Timur.
"Kami baru berjalan sekitar sembilan bulanan, saya pastikan selama ini pembangunan kita masih on the track, dan ke depan, kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan, demi terwujudnya Jember Baru, Jember Maju," pungkas mantan anggota DPRD Jatim itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh