Radar Jember - Bupati Muhammad Fawait angkat bicara soal kabar miring terkait berhentinya operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember, karena masalah biaya.
Ia menegaskan isu "kehabisan amunisi" atau anggaran operasional sangat tidak relevan, jika melihat postur APBN saat ini.
Menurutnya, anggaran yang dialokasikan Presiden RU justru mengalami peningkatan yang signifikan tahun ini.
Ia menilai adanya ketidaksinkronan informasi jika sebuah dapur MBG berhenti hanya karena alasan kekurangan dana.
"Kalau melihat postur APBN ini malah lebih. Jadi Presiden RI tahun ini (anggarannya, Red) malah masuk lebih banyak. Sehingga tidak masuk akal kalau ada dapur yang berhenti karena masalah kekurangan operasional, uangnya, dan sebagainya," katanya, saat ditemui, (21/12).
Meski secara administratif anggaran dinilai mencukupi, Gus Fawait memastikan akan meneliti lebih detail apakah penghentian tersebut disebabkan oleh masalah teknis, birokrasi, atau kendala lainnya.
Langkah ini diambil agar tidak terjadi kesimpangsiuran kabar di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya akurasi data sebelum mengambil tindakan lebih lanjut terkait laporan masyarakat mengenai surat pemberhentian operasional tersebut.
"Kami belum dapat laporan secara detail terkait isu tersebut. Nanti akan kami cek, apakah memang betul-betul kekurangan (anggaran) atau bagaimana, supaya tidak ada kabar simpang siur," jelasnya.
Meski begitu, Gus Fawait mengaku, siap menunjukkan komitmennya untuk mengawal program strategis nasional tersebut.
Jika ditemukan kendala nyata di lapangan, maka ia siap menjembatani komunikasi antara daerah dengan pemerintah pusat.
Baca Juga: Banjir Bongkar Masalah Tata Ruang, Pemkab Jember Data 54 Perumahan Diduga Masuk Sempadan Sungai
"Kalau memang itu nanti betul-betul ada masalah, kami akan bantu komunikasikan dengan pemerintah pusat. Pada prinsipnya, ini kelebihan uang, kok bisa kurang? Itu yang akan kami cek dulu," imbuh dia. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh