RAMBIPUJI, Radar Jember - Menghadapi angka kemiskinan Jember yang tercatat masih signifikan se-Jawa Timur.
Pemkab Jember kini menetapkan penurunan kemiskinan sebagai prioritas utama dalam alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan kebijakan anggaran akan difokuskan pada upaya terstruktur melalui strategi jangka pendek, menengah, dan panjang, demi mengurai persoalan kemiskinan ini.
"Prioritas anggaran kita di tahun depan (2026) tetap, target kita adalah untuk penurunan kemiskinan," tegasnya, saat ditemui, pekan lalu (7/12).
Ia mengemukakan, strategi tiga pilar penanggulangan kemiskinan itu akan menjadi fokus utama pengalokasian APBD 2026. Pertama di jangka pendek, melalui pemberian bantuan sosial atau Bansos.
Menurutnya, strategi ini fokus pada pemberian bantuan langsung untuk membantu daya beli masyarakat miskin.
"Contohnya adalah penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan nominal berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, disesuaikan dengan kondisi penerima," katanya.
Kemudian, lanjut dia, pada jangka menengah, anggaran infrastruktur pada tahun 2026 akan menjadi salah satu prioritas.
Selain itu, sektor kesehatan juga diutamakan melalui program Universal Health Coverage (UHC) dan program serupa lain.
Dan untuk jangka panjang, berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan.
Ia menyebut beberapa di antaranya melalui program beasiswa Pemkab Jember.
"Makanya selalu saya sampaikan, penanganan kemiskinan ini melalui jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," imbuh Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : M. Ainul Budi