Radar Jember - Upaya Pemkab Jember dalam melindungi dan menyejahterakan para pekerja migran Indonesia (PMI) mendapat apresiasi langsung Presiden Prabowo Subianto.
Melalui Staf Khusus Presiden Bidang Mitigasi Risiko dan Optimalisasi Perlindungan, Penempatan, Kesejahteraan PMI, Bintang Wahyu Saputra, presiden mengapresiasi model ideal pengentasan kemiskinan ekstrem melalui jalur migrasi yang aman dan bermartabat.
Bupati Jember Muhammad Fawait berterima kasih atas dukungan itu.
Ia mencontohkan respons cepat saat Pemkab Jember bersama P2MI memfasilitasi kepulangan PMI nonprosedural dari Malaysia hingga mereka tiba dengan selamat di rumah masing-masing.
Perhatian itu juga meluas hingga kepada PMI yang wafat saat bertugas.
"Ada PMI kita non-prosedural yang dijemput dari Malaysia dan diantar sampai ke rumah. Tadi juga ada pemberian santunan kepada PMI kita yang wafat di Taiwan. Komitmen pemerintah pusat ini sangat kami rasakan," katanya.
Saat menerima lawatan staf khusus presiden bersama jajaran Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Pendapa Wahyawibawagraha (28/11), Gus Fawait menegaskan Pemkab Jember menyiapkan program di tahun 2026.
Salah satunya pelatihan dan mengirim minimal seribu anak dari keluarga miskin ekstrem melalui jalur resmi ke negara-negara seperti Jepang atau Korea.
Program ini akan diawali dengan tahap uji coba pengiriman 20 calon PMI pada tahun 2025, memastikan semua skema pelatihan, penempatan, dan perlindungan hukum berjalan optimal.
"Kami sepakat merancang minimal seribu anak-anak. Kalau pakai jalur resmi semuanya jelas, gajinya jelas, sampai kepulangannya juga jelas," imbuhnya.
Staf Khusus Presiden, Bintang Wahyu Saputra, memuji political will Bupati Jember dan menjadikannya contoh untuk daerah lain.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi risiko PMI nonprosedural, karena dirasa menyulitkan negara dalam memberikan perlindungan.
"Effort dari Bupati Jember sangat luar biasa. Ini yang diharapkan Presiden. Setiap warga negara Indonesia wajib dilindungi di manapun dia berada. Dan presiden tetap akan melindungi, mau prosedural ataupun non-prosedural, karena ini adalah manusia," pungkas Bintang. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh