Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya membawa Jember menjadi kota yang ramah investasi.
Selain demi memunculkan lapangan pekerjaan baru, langkah ini diyakini efektif mengurai angka kemiskinan Jember yang hari ini angkanya tercatat cukup signifikan se-Jawa Timur.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, mencontohkan Jember selatan yang kini telah berdiri pusat keramaian baru dengan hadirnya Dira Kencong yang dimiliki masyarakat asli Jember juga, Haji Ponimin Tohari.
"Saya butuh lebih banyak orang seperti Pak Haji Ponimin dan Pak Haji Ponimin lainnya, yang berinvestasi di Jember, terutama di daerah-daerah yang secara ekonomi belum maju, atau menjadi kantong-kantong kemiskinan. Seperti di daerah Jember utara," katanya.
Saat melangsungkan program Bunga Desaku jilid 7 Kencong (21/11), Bupati Fawait mencontohkan sebelum dan setelah berdiri Dira Kencong, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jember selatan.
Mulai harga tanah yang terus melambung, hingga kunjungan warga dari kabupaten tetangga yang naik pesat.
"Kami berharap ada juga di daerah Jember utara dan lain sebagainya. Mudah-mudahan Pak Haji Ponimin mau nanti bikin (berinvestasi, Red) di daerah utara," harapnya.
Lebih jauh, Gus Fawait menegaskan keseriusannya menggelar karpet pink untuk investor.
Tidak hanya jaminan kemudahan, namun juga opsi pemberian insentif fiskal kepada para investor, demi memacu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru.
"Hari ini siapa pun yang mau berinvestasi ke Jember, kami beri karpet warna pink, termasuk opsi insentif fiskal, kalau memang dirasa butuh, untuk banyak hal. Saya komitmen meski ada pengurangan anggaran dari pusat, tidak akan menaikkan pajak. Kalau perlu di titik-titik tertentu, mai berikan insentif fiskal," pungkas dia. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh