SUMBERSARI, Radar Jember - Komitmen Pemkab Jember untuk menjamin pendidikan gratis dan berkeadilan bagi seluruh anak di daerahnya, ditunjukkan dengan nyata melalui alokasi anggaran yang lega.
Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan sendiri bahwa alokasi anggaran pendidikan akan melampaui batas wajib (mandatory spending).
Saat menjawab pandangan umum Fraksi-fraksi, saat rapat paripurna RAPBD 2026 di DPRD Jember (15/11), Gus Fawait menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama.
“Pemkab Jember memandang pendidikan gratis dan berkeadilan bukan hanya sebagai kebijakan, tetapi sebagai perintah konstitusi dan amanat yang wajib kami jalankan,” katanya.
Ia mengutarakan, komitmen itu dibuktikan melalui alokasi anggaran untuk bidang pendidikan dalam RAPBD TA 2026 sudah memenuhi, bahkan melebihi batas wajib (mandatory spending), yaitu di atas 20 persen dari total anggaran.
Gus Fawait menilai langkah ini diambil untuk memastikan dukungan fiskal yang kuat agar setiap anak di Jember memperoleh pendidikan dasar yang benar-benar gratis dan berkeadilan, sesuai amanat Putusan MK, No. 3/PUU-XXII/2024.
Lebih lanjut, tak hanya alokasi APBD yang tinggi, Gus Fawait menyebut Jember juga berhasil menarik perhatian pemerintah pusat, dan menjadi kabupaten penerima program revitalisasi pendidikan terbanyak se-Indonesia tahun ini.
“Tercatat sebanyak 124 satuan pendidikan menerima program revitalisasi dari Kemendikdasmen untuk merehabilitasi atau membangun sarana gedung sekolah," bebernya.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Jember terus mendorong realisasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyasar siswa di beberapa kategori. Serta ditambah dengan pemberian Beasiswa Kuliah Pemkab Cinta Bergema.
"Ini bagian dari penyiapan generasi penerus bangsa yang unggul. Kami akan bekerja secara transparan, terukur, dan akuntabel untuk mewujudkannya demi masa depan generasi penerus di Jember,” pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : M. Ainul Budi