Radar Jember - Pemkab Jember memastikan menjamin kualitas hasil pengerjaan proyek-proyek infrastruktur jalan, meskipun banyak kegiatan fisik terealisasi pada akhir tahun anggaran 2025 dan bertepatan dengan puncak musim hujan.
Hal itu dikemukakan Bupati Jember Muhammad Fawait.
Ia mengatakan, sejumlah kegiatan strategis masih berada dalam proses pengadaan pada Triwulan IV.
Namun, ia berkomitmen penuh agar penumpukan pekerjaan di akhir tahun tidak mengorbankan mutu pembangunan.
"Kami sependapat bahwa percepatan pelaksanaan kegiatan sangat penting untuk menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun yang dapat berdampak pada kualitas pembangunan," katanya, menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi, saat rapat paripurna RAPBD 2026, di DPRD Jember (15/11).
Ia mengemukakan, Pemkab Jember menerapkan strategi berlapis, meliputi percepatan penyusunan dokumen perencanaan dan proses pengadaan, peningkatan koordinasi antar-OPD terkait, serta yang paling krusial, memperkuat pengendalian dan pengawasan lapangan.
Meski kondisi saat ini memasuki musim hujan, ia menegaskan komitmen terhadap kualitas tidak akan berkurang.
"Saat ini memang musim hujan, namun kami tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan sesuai spesifikasi serta memastikan penyelesaiannya tepat waktu," tegas dia.
Lebih lanjut, Gus Fawait menilai pemerataan pembangunan infrastruktur ini sudah menjadi komitmennya.
Tak hanya perkotaan, tetapi juga merambah ke desa, demi mengurangi kesenjangan pembangunan.
Ia mencontohkan proyek peningkatan jalan di kawasan perdesaan, menyasar seperti Silosanen, Sumberejo Ambulu, di Sucopangepok Jelbuk, dan beberapa titik lain.
Tahun awal, ia juga menjanjikan alokasi anggaran untuk pemeliharaan jalan, drainase, dan air bersih akan dilakukan secara merata ke seluruh daerah Jember, khususnya untuk wilayah yang rawan banjir.
"Memulai pekerjaan sejak awal tahun anggaran juga akan kami usahakan untuk dilakukan, guna menghindari pekerjaan yang menumpuk pada akhir tahun dan mengganggu kualitas mutu pekerjaan," pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh