Radar Jember - Komitmen Pemkab Jember dalam mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan tak hanya diwujudkan melalui pemberian beasiswa kuliah pemkab.
Namun, juga melalui dukungan terhadap program pemerintah pusat yakni pembangunan Sekolah Rakyat atau SR.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan dukungan penuh terhadap program itu, saat menyampaikan paparan tanggapan terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi dalam Rapat Paripurna Rancangan APBD 2026 di Gedung DPRD Jember, Sabtu (15/11).
Ia melaporkan bahwa program SR, yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, telah menunjukkan progres signifikan di dua lokasi strategis.
“Pemkab Jember mendukung sepenuhnya program tersebut, dengan telah mengusulkan dua titik lokasi pembangunan sekolah rakyat," katanya.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengemukakan tahap awal SR sudah beroperasi di Kecamatan Patrang.
Pertama di Lahan eks Gedung Balai Pengembangan Pendidikan, di Jalan dr Soebandi Patrang seluas 3,4 hektare dan telah berdiri Sekolah Rakyat Tahap 1 untuk kapasitas 100 orang siswa.
Menurutnya, SR Tahap 1 ini telah resmi beroperasi sejak 15 Agustus 2025, diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Saat ini, Sekolah Rakyat di Patrang menampung 97 anak, yang terdiri atas 50 siswa jenjang SMP dan 47 siswa jenjang SD.
Proyek ambisius selanjutnya adalah pembangunan sekolah rakyat dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
“Lokasi kedua di Lahan Pemerintah Daerah di sebelah barat Jember Sport Garden (JSG) seluas 7,6 hektare yang akan dibangun sesuai site plan Sekolah Rakyat dengan kapasitas 1.000 orang siswa,” jelas Gus Fawait.
Ia menambahkan, saat ini, lokasi di sebelah barat JSG itu sedang tahap pemenuhan persyaratan administrasi, termasuk dokumen perizinan dan dokumen lingkungan.
Ia menargetkan pekerjaan di lapangan seperti pembersihan dan pematangan lahan dapat segera dilakukan.
“Targetnya dapat segera beroperasional di tahun ajaran 2026 mendatang,” imbuh Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh