Radar Jember - Keberadaan pondok pesantren selama ini dianggap berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah dan sumber daya manusia.
Bahkan jauh sebelum zaman kemerdekaan, para kiai dan santri juga turut angkat senjata memerangi penjajahan demi kedaulatan republik ini.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilainya demikian.
Bertepatan dengan momen Hari Pahlawan 10 November (10/11), Bupati Fawait mengenang perjuangan pesantren dan santri itu saat bertemu dengan masyarakat, di Aula Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum Sukowono, Jember, Senin (10/11).
Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengisahkan perjuangan kiai dan santri atas lahirnya Fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari, hingga tercetusnya pertempuran bersejarah 10 November, di Surabaya.
"Maka dengan perjuangan yang luar biasa itu, sudah seharusnya negara, termasuk Pemkab Jember, memperhatikan pesantren. Termasuk para santrinya," katanya.
Gus Fawait membeberkan, beberapa komitmen Pemkab Jember untuk pondok pesantren, kiai, dan santri ini salah satunya dengan program beasiswa pemkab yang khusus menyasar kategori santri.
Inisiatif itu berangkat, kata dia, sebagai bentuk syukur atas kehadiran bupati Jember yang juga berlatar belakang seorang santri.
"Ke depan kami juga mengharap santri mendapatkan hak-hak yang sama, termasuk program untuk pondok pesantren," imbuh bupati yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib Wringin Agung, Kecamatan Jombang, itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh