Radar Jember - Suasana hangat dan menyatu dengan alam tersaji saat Bupati Jember Muhammad Fawait berdiskusi dan mengobrol santai bersama sejumlah stakeholder, di sebuah destinasi wisata, di Lereng Pegunungan Argopuro.
Malam itu, (26/10), di sebuah gubuk beratap kan kayu, rangkaian Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) jilid 6 Desa Pakis, Kecamatan Panti, jauh dari kesan seremonial dan kaku.
Forum yang mempertemukan para pimpinan institusi vertikal ini berlangsung gayeng.
Membahas kaitan pengendalian inflasi daerah. Mulai dari unsur Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), hingga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Jember.
"Duduk sama rata, tidak ada yang lebih tinggi seperti ini, mengingatkan kita-kita semua saat masih menjadi aktifis, terutama saat mahasiswa," sentil Bupati Fawait, mencairkan suasana.
Rakor pengendalian inflasi menjadi salah satu rangkaian saat giat Bunga Desaku ini.
Gus Fawait mengutarakan, selama dua hari satu malam ngubek-ngubek tujuh desa di Kecamatan Panti.
Salah satu tujuannya, memicu dampak ekonomi berlipat atau multiplier effect.
"Bunga Desaku bukan sekadar seremoni, tapi kita hadir lebih dekat, membawa berbagai layanan dan program, sosialisasi dan menyerahkan bantuan, dan tentu kami mendukung langsung perputaran ekonomi UMKM-UMKM ini," kata Gus Fawait, menjelaskan alasannya menginisiasi rakor pengendalian inflasi di ruang terbuka.
Seusai mempresentasikan perkembangan Jember terkini, Gus Fawait juga memohon dukungan berbagai stakeholder itu untuk memastikan inflasi Jember terkendali.
Ia juga menyatakan terbuka dengan semua saran maupun kritik terhadap program-program yang diluncurkannya.
Termasuk melalui Bunga Desaku itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh