Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait kembali melanjutkan rutinitasnya bertemu dengan masyarakat dalam kegiatan bertajuk Guse Menyapa, di Lapangan Kesilir, Kecamatan Wuluhan, pada Minggu (20/10).
Acara ini dihadiri oleh ribuan masyarakat dan diisi dengan selawat bersama, setelah sebelumnya diawali dengan kegiatan senam.
Dalam sambutannya, Bupati Fawait menyebut kehadiran dirinya di tengah masyarakat adalah karena rasa rindu dan untuk menyampaikan laporan pembangunan selama delapan bulan masa kepemimpinannya sebagai Bupati Jember.
"Delapan bulan saya jadi bupati, ibaratkan orang hamil belum lahir. Jadi tidak boleh minta aneh-aneh," katanya, diselingi tawa.
Bupati Fawait menilai bahwa ada proses dalam setiap rencana besar membangun daerah.
Ia juga menyinggung fakta historis bahwa ia adalah bupati santri pertama di Jember sejak Indonesia merdeka.
Hal ini merupakan berkah dari salawat.
Ia juga memaparkan sejumlah realisasi janji Pilkada yang telah dicapai.
Mulai dari berobat gratis UHC sejak 1 April 2025, sampai penyaluran insentif guru ngaji dengan jumlah terbesar sebanyak 22 ribu penerima.
Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember ini, juga menyinggung peran penting ibu-ibu di tengah masyarakat.
Ia berpesan agar para ibu senantiasa membaca salawat dan mengajarkan ajaran nabi kepada anak-anaknya.
Baca Juga: MIRIS! Jalan Pelosok di Jember Ini Kondisinya Rusak, Gorong-Gorongnya Jebol
"Emak itu adalah madrasatul ula buat anak-anak kita. Jika para ibu senang bersholawat dan mengajarkan hal baik, insyaallah anak-anaknya akan menjadi saleh dan salihah," pungkasnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh