Radar Jember - Di tengah beragam isu yang mengemuka tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkab Jember memastikan terus mengawal jalannya program Presiden RI Prabowo Subianto ini hingga sukses.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan sejak awal ia cukup apresiatif terhadap MBG ini.
"Bukan karena saya kader Partai Gerindra, kadernya Pak Prabowo, tapi karena MBG ini manfaatnya luar biasa sekali. Tidak hanya urusan gizi, namun juga perputaran ekonomi yang besar," katanya, saat meresmikan salah satu SPPG di Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, (29/9)
Ia menegaskan, dukungan Pemkab Jember untuk mensukseskan MBG ini tidak hanya pada support anggaran, namun juga melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus MBG.
"Pemkab Jember juga membuat Satgas MBG yang akan memastikan bahwa MBG di Jember berjalan dengan baik," jelas dia.
Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan dia, Satgas MBG memastikan pembentukan SPPG senantiasa on the track dan mengawasi berjalannya MBG.
Meski begitu, ia menyadari sedari awal program MBG terdapat kekurangan di sana-sini.
Termasuk kaitan menu MBG yang belum lama ini menjadi sorotan di Jember.
Ia meminta agar SPPG membuat menu yang familiar untuk masyarakat.
"Misal spageti, yah ga familiar. Dan pasti perlu perbaikan, makanya saya pesan kalau ada kritikan, ndak apa-apa, tapi ya jangan genit-genit. Masa bentar-bentar di medsos," katanya, dengan guyon.
Melalui Satgas bentukannya itu, Bupati Fawait juga meminta partisipasi masyarakat dalam mengawal dan mensukseskan MBG ini.
"Saya titip kalau ada masukan, masukan ke dapur, kirim ke saya atau melalui Wadul Guse," pintanya.
Gus Fawait meyakini, jika dapur MBG atau SPPG itu telah efektif berjalan, maka akan menciptakan efek domino perputaran ekonomi yang luar biasa.
"Kan tidak mungkin SPPG di Jember beli tahu atau tempe ke Yogya. Mudah-mudahan upaya dari presiden kita (Prabowo Subianto, Red) ini berjalan lancar," pungkasnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh