Radar Jember - Penyaluran bantuan insentif bagi para guru ngaji di desa-desa menjadi atensi tersendiri bagi pemerintah daerah.
Terutama dalam hal pencegahan potensi praktik pungutan liar alias pungli.
Pemerintah desa gencar mewanti-wanti terjadinya pungli ini demi memastikan hak-hak guru ngaji tak terpotong sepeser pun.
"Kami sampaikan langsung ke guru ngaji, jangan pernah berikan uang ke pendamping atau siapa, karena mereka sudah punya honor sendiri," kata Kepala Desa Sidomekar Udi Prihwiyanto, usai meninjau penyaluran honor di kantor desanya, (6/10).
Udi menyebut sejauh ini di desanya maupun di Kecamatan Semboro, belum ada keluhan atau laporan terkait pungli.
Ia juga meminta penerima tidak memberi uang atau hadiah dalam bentuk apa pun kepada petugas administrasi atau lapangan.
Keterangan ini diperkuat oleh salah satu penerima insentif, Ustad Abi Mukarom.
Ia menyampaikan rasa syukurnya dan membenarkan bahwa prosesnya berjalan sangat bersih.
"Alhamdulillah, sejak dari awal administrasi hingga penerimaan hari ini, tidak ada pungutan sama sekali. Lancar," katanya.
Sebelumnya dalam kesempatan melangsungkan Program Bunga Desaku jilid 5 di Kecamatan Sumberbaru, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan sikap tegasnya terkait potensi pungli ini.
Ia bahkan mengerahkan seluruh jajaran bagian Kesra, kecamatan, pemerintah desa, hingga jajaran RT dan RW.
Hal itu dilakukan, untuk memantau langsung proses penyaluran dan pencairan bantuan tanpa berkurang sepeser pun.
"Kami minta semua untuk memantau, jangan sampai ada pungli. Kalau sampai ada pungli, laporkan ke kami, bisa melalui Wadul Guse. Saya pastikan ditindaklanjuti dan pelapornya kami lindungi," seru Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh