Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.
Hal itu sampaikan saat bertemu Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI/BP2MI) Mukhtarudin, di Jakarta, (2/10).
Dalam pertemuannya itu, Gus Fawait, sapaan dia, memastikan program-program strategis dapat direalisasikan maksimal.
Salah satunya tentang pemberdayaan masyarakat yang diyakini menjadi kunci untuk menurunkan angka kemiskinan.
"Pemberdayaan masyarakat diarahkan agar lebih produktif, termasuk memberikan kesempatan bekerja ke luar negeri secara legal," katanya.
Jember diketahui menjadi salah satu daerah dengan jumlah PMI terbesar.
Sehingga, menempatkan isu perlindungan dan pemberdayaan PMI sebagai prioritas.
Hadirnya 8 Desa Migran Emas di Jember juga telah menjadi percontohan selama ini.
Karena itu untuk memastikan bekal calon PMI, Gus Fawait menegaskan, telah menyiapkan beberapa program.
Salah satunya pelatihan calon PMI di pesantren dan sekolah dengan kurikulum yang sesuai dengan negara tujuan.
Bahkan, kesejahteraan keluarga PMI di rumah juga dipikirkan dengan program beasiswa pendidikan kategori anak-anak PMI.
Serta memberikan dukungan penuh bagi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang terdaftar di BP2MI.
"Dengan program-program ini, Jember menargetkan terwujudnya zero kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh