Radar Jember - Senyum haru dan rasa syukur mewarnai Kantor Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Jumat (26/9).
Kedatangan Bupati Jember Muhammad Fawait bertemu dengan para ustad-ustadah saat itu tidak sekedar membawa kabar baik.
Namun, juga pesan mendalam tentang penghormatan untuk para guru ngaji dari pemerintah daerah.
Saat itu pun disambut baik oleh para guru.
"Alhamdulillah, sudah diberikan insentif ini, langsung ke balai desa," kata Ali Wafa, salah satu penerima honor atau insentif guru ngaji, yang telah 15 tahun terakhir mengajar.
Penyaluran tahap pertama ini menjangkau 15.175 guru ngaji di 23 kecamatan.
Sementara delapan kecamatan sisa dalam proses verifikasi dan menyusul di tahap dua.
Secara spesifik, penyaluran mencakup 10 desa di Sumberbaru serta 2 desa di Jombang.
Sebanyak 152 guru ngaji di Desa Karangbayat menjadi penerima pada hari itu, dengan masing-masing nominal Rp1,5 juta.
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan komitmen Pemkab Jember terhadap kesejahteraan guru ngaji tidak berhenti pada insentif.
Saat kesempatan itu, ia secara simbolis menyerahkan klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk guru ngaji.
"Insentif ini tidak seberapa jumlahnya dibanding dengan jasa-jasa guru ngaji, bahkan sebelum Indonesia merdeka, guru ngaji tetap berjuang, mengajar santrinya tanpa biaya. Maka sudah seharusnya pemerintah menghormati guru ngaji," jelasnya, saat melangsungkan Bunga Desaku jilid 5 di Karangbayat, Sumberbaru. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh